Pindad Rambah Produksi Kembang Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6x6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja menyelesaikan perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6x6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Malang - PT Pindad Persero berencana mengembangkan sayap bisnisnya di luar dunia kemiliteran. Perusahaan plat merah itu hendak memproduksi kembang api. "Kebetulan kami diajak investor dari Tiongkok dan kami tertarik," kata Kepala Divisi Munisi Pindad I Wayan Sutama di kantornya di Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu, 19 November 2014.

    Menurutnya kembang api yang akan diproduksi Pindad bukan mainan anak-anak. Melainkan kembang api berskala besar yang sering dipakai untuk pembuka acara resmi, seperti lomba olahraga, dan perayaan tahun baru. "Jadi kembang apinya berukuran paling kecil 120 milimeter," kata dia.

    Menurut Wayan bisnis kembang api cukup menggiurkan saat ini. Berdasarkan perhitungannya, belanja kembang api di Indonesia mencapai angka Rp 600 miliar per tahun. Sementara pembelian kembang api tersebut diimpor dari Tiongkok dan Jepang. "Jika berhasil, Pindad bisa mendapatkan bagian dari kebutuhan kembang api Rp 600 miliar tersebut," kata Wayan sambil tersenyum.

    Pindad berharap bisa memulai program produksi kembang api dalam satu bulan. Menurut Wayan, Pindad sudah punya gedung dan tenaga ahli produksi. Pembuatan kembang api, dia melanjutkan, pada dasarnya tidak jauh beda dengan pembuatan amunisi yang biasa dilakukan teknisi Pindad.

    Sayangnya Wayan masih merahasiakan besaran modal awal yang dibutuhkan Pindad untuk membeli mesin produksi kembang api. "Kami tinggal menunggu kesiapan investor," kata Wayan. "Selain itu kami juga sudah koordinasi dengan Polri, sebab pembelian kembang api ini harus dilengkapi izin keramaian polisi."

    INDRA WIJAYA

    Topik terhangat:

    Jokowi Vs BBM Subsidi | Profesor Nyabu | Ahok Dilantik Jadi Gubernur

    Berita terpopuler lainnya:
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna
    Jokowi: Jangan Tangkap Kapal Pencuri Ikan, tapi...
    Ibu Ahok: Dia Harus Perang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.