Bentrok TNI Vs Polri, Satu Tentara Dibawa ke UGD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Yonif 733/Raider mengikuti apel Gelar Siaga TNI dan Polri dalam rangka pengamanan pilpres 2014 di Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, 7 Juli 2014. 1.600 personil Kodam Pattimura, 4.883 personil Polda Maluku diterjunkan untuk mengamankan pilpres 2014. ANTARA

    Personil Yonif 733/Raider mengikuti apel Gelar Siaga TNI dan Polri dalam rangka pengamanan pilpres 2014 di Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, 7 Juli 2014. 1.600 personil Kodam Pattimura, 4.883 personil Polda Maluku diterjunkan untuk mengamankan pilpres 2014. ANTARA

    TEMPO.CO, Batam - Baku tembak antara anggota TNI Angkatan Darat dan Brimob di Markas Komando Brimob, Batam, Kepulauan Riau, menyebabkan satu orang terluka dari pihak TNI. Korban segera dilarikan dengan ambulans milik kodim ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Embung Fatimah, Batu Haji, Batam.

    Korban yang belum diketahui identitasnya itu dibawa ke UGD pukul 22.30, Rabu, 19 November 2014. Saat Tempo mendatangi rumah sakit, terlihat tentara bersenjata lengkap berjaga di sekitar UGD. "Jangan dekat-dekat sini," kata salah seorang tentara sambil mengokang senjatanya. (Baca: Kronologi Baku Tembak TNI Vs Polri di Batam)

    Bentrok antara TNI dan Brimob bermula siang tadi ketika dua orang anggota Yonif 134 bertemu dengan dua anggota Brimob saat sama-sama mengisi bahan bakar. Diawali saling lirik, pertemuan itu pun berakhir dengan cekcok.

    Dua anggota TNI yang merasa tidak senang pun mengajak sekitar 30 rekannya untuk menyerang Markas Brimob. Dua ruangan di Markas Brimob hancur akibat serangan itu. Letusan senjata pun terdengar sejak pukul 20.00 hingga sekitar pukul 22.30.

    RUMBADI DALE 

    Baca juga:
    Saat Ahok Dilantik di Istana, Ini Langkah FPI 
    Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas
    Tes Keperawanan Polwan Bikin Heboh Polri 
    Cerita Dewi yang Dipaksa Jadi 'Bunglon' oleh Negara 
    Alasan Jokowi Tak Bisa Dimakzulkan karena BBM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.