Sekitar 147 Ribu Keluarga Malang Dapat Kompensasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna kendaraan bermotor antre untuk mengisi BBM bersubsidi di Medan, Sumatera Utara, Senin, 17 November 2014. ANTARA/Septianda Perdana

    Pengguna kendaraan bermotor antre untuk mengisi BBM bersubsidi di Medan, Sumatera Utara, Senin, 17 November 2014. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 146.381 keluarga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendapat dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi lewat Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

    Tiap keluarga mendapat dana PSKS sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk November dan Desember, sehingga total dana PSKS yang dikucurkan untuk 146.381 keluarga sebesar Rp 58,55 miliar. (Baca: Subsidi BBM Dihemat. Dananya Mengalir ke Sini)

    Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan mekanisme pencairan PSKS sama dengan program sejenis, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Keluarga penerima manfaat cukup menggunakan Kartu Perlindungan Sosial yang sudah dibagikan pada 2012.

    "Insya Allah, pencairannya mulai pekan depan. PSKS ini sama saja dengan BLT dan BLSM yang diterapkan di era Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), sehingga mekanisme pencairannya mudah, lewat kantor pos," kata Rendra, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Pencetakan Kartu Sakti Jokowi Mandek)

    Karena bantuan itu bersifat simpanan, Rendra mengingatkan semua keluarga penerima dana PSKS untuk pandai-pandai menggunakan duit tersebut. Meski seluruh duit boleh diambil, sebaiknya duit PSKS tetap disimpan di kantor pos biar lebih aman dan bisa diambil buat kebutuhan yang sangat mendesak, seperti biaya pendidikan, bukan untuk kebutuhan konsumsi.

    ABDI PURMONO


    Berita Lain

    French Kiss Dapat Sebarkan 80 Juta Bakteri
    Studi: Simpanse Tak Peduli Kelompok Lain
    Microsoft Luncurkan Skype Versi Peramban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.