Munas, Golkar Jateng Waspadai Politik Uang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MS Hidayat, berpidato dalam deklarasi dirinya untuk Ketum Golkar di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 2014. TEMPO/Prima Mulia

    MS Hidayat, berpidato dalam deklarasi dirinya untuk Ketum Golkar di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Semarang - Pengurus Partai Golkar Jawa Tengah akan mewaspadai munculnya praktek politik uang dalam pemilihan ketua umum partai beringin di forum musyawarah nasional pada awal 2015.

    "Golkar harus memulai untuk tidak menggunakan politik uang dalam memilih ketua umum," kata bendahara Partai Golkar Jawa Tengah, Sasmito, kepada Tempo di Semarang, Selasa, 18 November 2014. (Baca: Priyo: Ketum Golkar Harus Terpilih Secara Halal )

    Partai Golkar Jawa Tengah akan melakukan pengawasan agar musyawarah nasional benar-benar bebas dari politik uang. Sasmito mengaku, dalam forum musyawarah nasional, para kandidat ketua umum akan sangat ramai memperebutkan dukungan para peserta.

    Lantaran ada perebutan dukungan, para calon rawan menggunakan politik uang untuk mendekati para pemilik suara. Sasmito menyatakan politik uang dalam kontes politik di Golkar mulai terjadi sejak ada konvensi untuk menentukan calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden 2004.

    "Mulai saat konvensi pernah seperti itu (politik uang). Meski istilahnya adalah untuk uang transportasi peserta," kata Sasmito. (Baca: Munas Golkar Jadi Penentu Nasib Koalisi Prabowo)

    Sasmito berharap  para kandidat ketua umum datang ke daerah dengan membawa program dan rencana kebijakan untuk membangun Partai Golkar pada masa mendatang. "Datang ke daerah jangan membawa koper berisi uang dan menyodorkan memberi berapa," kata Sasmito.

    Hingga kini memang sudah ada beberapa kandidat ketua umum yang datang ke pengurus di Jawa Tengah untuk berkonsolidasi, yakni Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, dan Airlangga Hartanto. (Baca: 7 Calon Ketum Golkar Diminta Kompak Hadang Ical)

    Saat ditanya apakah para kandidat ini datang ke Jawa Tengah menawarkan uang, Sasmito enggan menjawab. Bekas anggota DPRD Jawa Tengah ini hanya tersenyum.

    Hingga kini, DPD I Golkar Jawa Tengah memang belum memutuskan dukungan terhadap kandidat ketua umum dalam musyawarah nasional mendatang.

    Golkar Jawa Tengah akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pengurus DPD II untuk memilih calon yang terbaik. "Pengurus Golkar Jawa Tengah tak mengarahkan pilihan DPD II," kata Sasmito.

    Munas Golkar akan digelar pada awal 2015. Saat ini partai warisan era Orde Baru tersebut masih melaksanakan rapat pimpinan nasional di Yogyakarta.

    ROFIUDDIN

    Berita lain
    Zulkifli Syukur Enggan Jadi Kapten Timnas
    Alasan di Balik Pencoretan Bayu Gatra dan Bustomi
    Sriwijaya FC Rahasiakan Striker Asing Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.