Nurul Arifin: Harga Dunia Turun, Kok BBM Kita Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurul Arifin. TEMPO/Dasril Roszandi

    Nurul Arifin. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Politikus Partai Golkar, Nurul Arifin, mengaku heran dengan rencana pemerintah Joko Widodo yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak. Padahal harga minyak dunia sedang turun. "Harga BBM di pasar dunia lagi turun, kenapa Indonesia malah dinaikkan? Logikanya di mana?" kata Nurul di kantor Golkar, Jakarta, 15 November 2014. (Baca: Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan)

    Menurut Nurul, pemerintah harus lebih berhati-hati saat mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM tersebut. "Jika memang pemerintah akan menaikkan harga BBM, maka harus jelas peruntukan subsidi yang dialihkan itu," ujarya. Ia mengatakan, selama ini sosilasisasi pemerintah dalam pengalihan subsidi BBM masih belum transparan. (Baca: JK: Kenaikan Harga BBM Harus Lebih Cepat

    Ia yakin kenaikan harga BBM akan menyebabkan efek domino ke ranah politik, ekonomi, dan sosial. "Subsidi itu untuk apa? Kesejahteraan rakyat di bidang apa," katanya. Ia mempertanyakan apakah subsidi BBM yang dialihkan ke program kesejahteraan berupa kartu-kartu sakti Jokowi. "Semuanya harus dijelaskan agar masyarakat mengerti." (Baca juga: Dukung Menteri Blusukan, Tweeps Bully Nurul Arifin)

    Presiden Jokowi memang berencana menaikkan harga BBM pada November ini. Namun ia belum menetapkan tanggal pastinya. Adapun alasan kenaikan karena selama lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur dan kesehatan sangat minim akibat uang negara lebih banyak dipakai untuk subsidi BBM. (Baca: Pemerintah Hati-hati Naikan Harga BBM)

    Sebelumnya, Wakil Ketua Golkar Fadel Muhammad meminta Joko Widodo tidak segera menaikkan bahan bakar minyak bersubsidi. Menurut Fadel, menaikkan harga BBM berdampak besar terhadap situasi ekonomi masyarakat. "kenaikan tersebut masih memerlukan waktu. Persiapannya harus baik," kata Fadel di kantor Golkar di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

    Fadel, yang juga Ketua Komisi Keuangan itu, menyatakan belum ada anggaran untuk mengatasi gejolak sosial jika ada kenaikan harga BBM. Karena itu, Fadel mendesak Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran penyanggah terlebih dulu. "Agar kenaikan harga BBM disiapkan dengan baik. Jadi disiapkan bantalan supaya tidak menambah warga miskin," ujar dia.

    MITRA TARIGAN

    Baca Berita Terpopuler
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.