Sarwono Sindir Ical Soal Kantor DPP Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. ANTARA/Wibowo Armando

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. ANTARA/Wibowo Armando

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Sarwono Kusumaatmadja, mengkritik kepengurusan di bawah pimpinan Aburizal Bakrie. Salah satunya dengan melontarkan sindiran soal kondisi kantor Dewan Pimpinan Pusat yang semakin rusak dan tak terawat. "Mereka itu don't care," kata Sarwono di Kawasan Menteng, Sabtu, 15 November 2014.

    Sindiran ini berawal dari perbandingan susunan kepengurusan pusat era Akbar Tanjung dengan era Ical, sapaan Aburizal. Menurut Sarwono, kepengurusan Akbar lebih efektif dan bekerja, terlihat dari rutinnya pengurus menggelar rapat harian dan pleno untuk menyelesaikan masalah politik.

    Era Akbar, DPP Golkar berisi sekitar delapan pengurus harian dan sekitar 16 pengurus pleno. Pada era tersebut, pengurus Golkar mampu mengangkat partai berlambang pohon beringin tersebut dari keterpurukan dan mampu memenangkan pemilihan legislatif. (Baca: Survei Calon Ketum Golkar, Skor Ical Paling Jeblok)

    Era Aburizal, DPP Golkar berisi puluhan pengurus harian dan 300 pengurus pleno. Jumlah ini tak relevan dengan apa yang tampak dikerjakan pengurus bagi partai. Bahkan, sekadar merawat kantor DPP saja, tak ada satu pun yang peduli. "Mereka itu kerjanya apa saja," kata Saswono. (Baca: Ical Dianggap Penyelamat Partai yang Royal)

    Salah satu alasan perbedaan tersebut terjadi karena karakter kepemimpinan dan idealisme. Menurut Sarwono, pengurus era Aburizal banyak yang tak tahu soal sejarah partainya sendiri. Sebagian besar adalah tokoh pragmatis yang dalam setiap pekerjaan dan tujuan politik semata-mata soal logistik. (Baca: Ulang Tahun ke-68, Ical Merasa Masih 48 Tahun)

    "Acara Golkar selama ini ramai karena mereka itu mau tahu bakal dapat apa dan berapa (uang)," kata mantan Sekretaris Jenderal tersebut.

    Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tanjung, meski tak segamblang Saswono, juga menilai kepengurusan Aburizal kurang terorganisir. Jumlah rapat dan rutinitasnya masih kalah ketimbang Dewan Pertimbangan. DPP seolah hanya berkumpul ketika ada masalah saja. Tak ada pembahasan masa mendatang dan terorganisir. "Kami masih lebih teratur," kata Akbar.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Lain
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok 
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu 
    Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.