Rabu, 14 November 2018

Gempa Maluku, Halmahera dan Talaud Siaga Tsunami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor program simulasi tsunami di Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, Selasa (11/11). Presiden SBY meresmikan sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Tempo/Arnold Simanjuntak

    Monitor program simulasi tsunami di Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, Selasa (11/11). Presiden SBY meresmikan sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, berdasarkan analisis dari Pacific Disaster Center, tsunami dengan tinggi gelombang 0,3-1 meter akan mencapai beberapa wilayah pesisir Indonesia. Perkiraan 0,5 jam mencapai pantai Manado dan Ternate. Selanjutnya, 1-2 jam kemudian mencapai pantai Maluku, Papua, dan Sulteng. (Baca: BMKG: Gempa 7,3 SR di Perairan Maluku

    Daerah yang berstatus siaga tsunami dan sudah dikonfirmasi adalah Halmahera, Talaud, dan Bolaang Mongondow Selatan. Di daerah tersebut, gempa terasa kuat.

    Pemantauan tsunami dan dampak gempa masih terus dilakukan oleh Posko BNPB ke BPBD yang wilayahnya berpotensi terdampak. "Gempa 7,3 SR telah diikuti gempa susulan 5 SR pada pukul 09.43 WIB dan 6,3 SR di 93 kilometer tengah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada pukul 10.08 WIB," kata Sutopo, Sabtu, 15 November 2014. (Baca: Guncangan Gempa Kuat Terasa di Manado dan Ternate

    Kepala BMKG telah melaporkan peringatan dini kepada Kepala BNPB. Kepala BNPB langsung menuju Pusdalops BNPB dan telah menginstruksikan jajaran BNPB untuk persiapan gerakan ke daerah bencana dengan menyiapkan pesawat terbang, logistik, dan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana jika sewaktu-waktu darurat.

    Ia mengatakan gempa yang berpusat di perairan Maluku Utara dirasakan selama 2 detik. "Di Manado, gempa dirasakan cukup kuat selama 5-7 detik," katanya melalui keterangan pers yang diterima Tempo pada 15 November 2014. (Baca: Gempa Goyang Manado, Peserta CPNS Lari)

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini akibat gempa dengan kekuatan 7,3 skala Richter di kawasan perairan Maluku Utara. Pada situs resminya, www.bmkg.go.id, pusat gempa berada di laut, 132 km sebelah barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa pada 15 November 2014 pukul 09.31 WIB atau sekitar 11.31 WIT itu terjadi di 1,93 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur.

    MITRA TARIGAN

    Berita lainnya:
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Ruhut: Bubarkan Saja FPI
    Asus Zenfone 4S, Tangguh Berkat Chipset Intel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?