Ical: Permintaan Kubu Jokowi Jangan Kebiri DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Aburizal Bakrie mengatakan presidium kubu Prabowo Subianto atau biasa disebut Koalisi Merah Putih masih menimbang permintaan partai pengusung Presiden Joko Widodo. Jumat malam, 14 November 2014, bos-bos koalisi pendukung Prabowo berkumpul di rumah Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. (Baca: Pimpinan Partai Koalisi Prabowo Kumpul, Bahas Apa?)

    "Akan ditimbang permintaannya, jangan sampai mengebiri hak-hak dewan," kata Ical, sapaan Aburizal, pada Jumat, 14 November 2014, di kediaman Hatta. Ia datang bersama Idrus Marham sekitar pukul 20.10 WIB. (Baca: Survei Calon Ketum Golkar, Skor Ical Paling Jeblok)

    Permintaan kubu Jokowi yang dimaksud Aburizal adalah revisi Pasal 98 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Di dalamnya, dewan dimungkinkan menggunakan hak angket dan interpelasi jika pemerintah tidak menaati hasil rapat komisi. (Baca: DPR Targetkan Revisi UU MD3 Rampung 5 Desember)

    Hak interpelasi dan angket, kata Aburizal, sudah melekat di dewan. Menurut dia, jajaran presidium kubu Prabowo ingin mengetahui lebih detail terkait dengan permintaan partai pengusung Jokowi. "Selama ini, kan, pembicaraan di bawah, makanya ini dibicarakan di tingkat pimpinan," kata Ical.

    Perseteruan kedua kubu ini di parlemen belum menunjukkan tanda akan berakhir. Kubu Prabowo hanya menyepakati perubahan jumlah alat kelengkapan di dewan. Mereka menolak adanya revisi pasal interpelasi.

    SYAILENDRA


    Berita Lain
    Malaysia Kuasai 3 Desa, Pemda Nunukan Pasrah 
    Kontras Laporkan FPI ke Komnas HAM 
    MUI Tak Setuju FPI Dibubarkan, Mengapa?
    Ahok Didukung MUI Asal...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?