Agung Laksono Senang Putusan Soal Munas Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bersama (ki-ka) Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga, Menkokesra Agung Laksono, dan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung dalam pembukaan Rapimnas Partai Golkar V di Jakarta (22/11). Salaah satu agenda penting yang akan dibahas adalah rendahnya elektabilitas Aburizal

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bersama (ki-ka) Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga, Menkokesra Agung Laksono, dan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung dalam pembukaan Rapimnas Partai Golkar V di Jakarta (22/11). Salaah satu agenda penting yang akan dibahas adalah rendahnya elektabilitas Aburizal "Ical" Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengaku gembira soal hasil rapat pleno Golkar yang dilakukan sejak Kamis malam hingga Jumat dinihari tadi. Sebab, menurut Agung, rapat telah menetapkan musyawarah nasional Golkar kesembilan dilaksanakan pada Januari 2015. "Hal itulah yang sering menimbulkan spekulasi karena tidak jelas selama ini," kata Agung di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat dinihari, 14 November 2014.

    Agung mengatakan hal lain yang juga disepakati bahwa dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) 18 November nanti tidak akan dikeluarkan keputusan-keputusan yang mengubah anggaran dasar. (Baca: Kegagalan Janji Aburizal Kembali Diungkit)

    Kekhawatiran Agung lainnya adalah bahwa pengurus DPP akan mengubah sejumlah ketentuan mengenai persyaratan calon ketua umum yang sudah tertera dalam AD/ART. "Jangan sampai rapimnas digunakan sebagai forum untuk melegitimasi perubahan-perubahan, karena itu wilayahnya musyawarah nasional. Rapimnas bukan tempat penggalangan suara," kata Agung.

    "Kalau itu tidak ada, oke, mau rapimnas sehari, dua atau tiga hari, tak ada masalah buat saya. Asal jangan melanggar aturan. Ini berkat kerja keras semua pihak untuk mewujudkannya," kata Agung. (Baca: Kubu Aburizal Tampik Golkar Gagal)

    Menurut Agung, dia mencalonkan diri sebagai ketua umum Golkar untuk periode 2015-2020 karena mewakili suara-suara di Golkar yang tidak ingin melanjutkan kepemimpinan saat ini yang dianggapnya negatif, buruk, dan menyebabkan kinerja Golkar merosot.

    "Ini hanya kontestasi, tapi yang penting semuanya harus berlangsung sesuai prosedur yang ada. Tapi kalau di luar itu kami lawan," kata Agung.

    Ketika ditanyakan ke Agung soal klaim Aburizal yang mendapatkan dukungan 463 dari 560 suara, ia menyatakan, "Ah soal klaim-klaim itu sudah tak laku lagi sekarang."

    Agung tidak mempermasalahkan pencalonan kembali Aburizal Bakrie dalam bursa calon ketua umum. "Silakan ARB ikut lagi sepanjang fair play, tapi jangan dilarang lah yang lain untuk maju," kata Agung. (Baca: Priyo Budi Tersanjung Diunggulkan Pimpin Golkar)

    RIDHO JUN PRASETYO

    Baca juga:
    Di G-20, Jokowi Diminta Tak Obral Sektor Strategis
    Arema Dekati Samson, Persib Bidik Pacho
    4 Wartawan Dianiaya, Kapolri Minta Maaf
    Inggris Tutup Pintu bagi Warganya yang Pro-ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.