Kegagalan Janji Aburizal Kembali Diungkit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aburizal Bakrie bersama para Ketua DPD I Golkar, beri keterangan usai pertemuan, di rumah kediaman, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Jakarta, 25 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Aburizal Bakrie bersama para Ketua DPD I Golkar, beri keterangan usai pertemuan, di rumah kediaman, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Jakarta, 25 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Leo Nababan mengingatkan Aburizal Bakrie soal rencananya hendak mencalonkan diri sebagai calon ketua umum partai beringin.

    Menurut Leo, banyak janji Aburizal saat berkampanye menjadi calon ketua umum belum terealisasi hingga hari ini. (Baca: Priyo Santoso: Calon Ketum Golkar Boleh Kampanye)

    "Ingat, dia masih banyak punya utang janji," kata Leo, Jumat, 14 November 2014.

    Beberapa janji kampanye Aburizal di Pekanbaru pada 2009 adalah adanya dana abadi hingga Rp 1 triliun, bantuan kepada pengurus Golkar di daerah, dan pendirian sekretariat baru. Menurut Leo, tidak ada satu pun janji kampanye ini yang berhasil terealisasi di masa kepengurusan Aburizal. (Baca: Priyo Budi Tersanjung Diunggulkan Pimpin Golkar)

    Persoalan lain yang mengganjal Aburizal, kata Leo, adalah prestasi selama menjabat. Menurut Leo, perolehan kursi Golkar justru menurun jika dibandingkan pemilu sebelumnya. Pada pemilu lalu, Golkar hanya berhasil meraih 91 kursi parlemen, turun dibandingkan pemilu sebelumnya sebesar 106 kursi di DPR.

    Tak hanya itu, Leo juga menyinggung kegagalan Aburizal mencalonkan diri sebagai calon presiden. Padahal sesuai amanat rapat pimpinan nasional, Golkar menjadikan Aburizal calon presiden sejak 2012. "Dari sisi prestasi, Aburizal sudah gagal," kata tim sukses Agung Laksono ini.

    Sebelumnya rapat pleno Golkar kemarin malam sudah memutuskan pelaksanaan musyawarah nasional pada Januari 2015. Sejumlah nama mendeklarasikan maju sebagai calon ketua umum. Misalnya, Agus Gumiwang Kartasasmita, Agung Laksono, Airlangga Hartarto, M.S. Hidayat, Priyo Budi Santoso, dan Hajriyanto Y. Thohari.

    WAYAN AGUS PURNOMO

    Terpopuler
    Jusuf Kalla: Ah, FPI Selalu Begitu, Simbol Saja
    Kuasa Hukum: Mana Buktinya FPI Rasis...
    Aset Udar Pristono Tersebar di Jakarta dan Bogor
    Presentasi Jokowi di APEC Memukau, Apa Resepnya?
    Daftar Kekerasan FPI di Lima Provinsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.