Mutu Calon Ketua Umum Golkar Dinilai Pas-pasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) didampingi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Akbar Tanjung (kanan) dan Politisi senior Ginanjar Kartasasmita duduk berdampingan di acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional  Partai Golkar ke-6 di Jakarta (18/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) didampingi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Akbar Tanjung (kanan) dan Politisi senior Ginanjar Kartasasmita duduk berdampingan di acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar ke-6 di Jakarta (18/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti senior dari lembaga survei Poltracking, Agung Baskoro, mengatakan bahwa calon-calon ketua umum Partai Golkar yang ada sekarang tidak memuaskan. "Mengacu pada pandangan publik, nilai mereka pas-pasan," ujar Agung saat ditemui pemaparan survei regenerasi Partai Golkar, Kamis, 13 November 2014.

    Dalam waktu dekat, partai berlambang pohon beringin itu akan menggelar musyawarah nasional yang direncanakan berlangsung di awal 2015. Munas tersebut diprediksi akan menjadi penentuan siapa saja yang akan bersaing di pemilihan ketua umum Partai Golkar. (Baca: Ical Masih Nafsu Berebut Ketua Umum Golkar)

    Sejauh ini ada delapan figur yang disebut sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Mereka adalah inkumben Aburizal Bakrie, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, M.S. Hidayat, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartanto, Hajriyanto Tohari, dan Zainudin Amali.

    Menurut Abas, kedelapan figur tersebut pantas disebut pas-pasan karena lebih kerap mementingkan kepentingan politik dibanding memperjuangkan hal yang berpengaruh langsung pada publik. Selain itu, karena hasil penelitian Poltracking menunjukkan kedelapannya hanya mendapat skor antara 5-6 dari rentang nilai 1-10.

    Berdasarkan data yang diterima Tempo, calon ketua umum yang memperoleh nilai tertinggi adalah Priyo Budi Santoso. Ia memperoleh nilai 6,51. Nilai terendah diperoleh Zainuddin Amali dengan skor 4,98. (Baca: Jelang Rapimnas, Pengurus Golkar Akan Dikarantina)

    Priyo memperoleh nilai tertinggi karena mengungguli calon-calon lainnya pada sembilan aspek yang diujikan. Ia unggul pada aspek kompetensi, visi-gagasan, komunikasi elite, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman, kemampuan memimpin partai, kemampuan memimpin koalisi, dan kemampuan memimpin pemerintahan.

    Dalam melakukan penelitian ini, Poltracking menggunakan metode focus group discussion serta meta analisis yang melibatkan 173 pakar akademikus di bidang sosial politik dan humaniora. Meta analisis digunakan untuk mendapatkan kelayakan kandidat sementara FGD digunakan untuk menganalisis nama-nama yang didapat dari meta analisis.

    ISTMAN M.P.

    Terpopuler:
    Rizieq: Dia Ajak Berunding, Kami Mau Ahok Turun
    Larangan Sepeda Motor di Jakarta Berlaku 24 Jam
    Fahrurrozi Janji Tak Lempari Ahok dengan Batu dan Telur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.