Menteri Luar Negeri :Kedubes dan Konsulat Tak Akan Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda menyatakan, tidak akan menutup kantor kedutaaan besar ataupun semua konsulat di Australia, terkait teror pengiriman serbuk di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. "Kami akan juga menghitung derajat ancaman, sejauh perlindungan dari Australia bisa bekerja tanpa merugikan keamanan staf kita, kita teruskan membuka karena, kan, tugas konsulat memberi perlindungan kepada warga kita,"ujar Wirajuda usai menghadiri sidang kabinet, Selasa (7/6).Menurut Menteri Wirajuda, jika Kedubes dan Konsulat RI ditutup akan merugikan Indonesia, terutama warga RI yang berada di Australia. "Kecuali menutup Kedubes dua hari saat terjadi teror, karena ada potensi ancaman yang ril,"katanya.Staf Kedubes, menurut Wirajuda tetap masih bisa bekerja melalui kediaman duta besar RI yang tidak jauh dari kantor Dubes. Secara politik, Perdana Menteri Australia John Howard, sudah merespon dan meminta maaf atas kejadian ini. Begitu pula tokoh-tokoh oposisi di Australia. Pemerintah Indonesia menghargai respon yang cepat dari Australia baik dalam bentuk bantuan pengungkapan atau pendeteksian, juga dalam respon politik.Kasus yang terjadi KBRI, menurut Wirajuda, tidak mengganggu hubungan kedua negara. "Dari peristiwa ini, kita saksikan sesungguhnya derajat kematangan hubungan bilateral kita, bahwa dari kelompok masyarakat ada reaksi negatif,"katanya. Wirajuda mengaku tidak terganggu, tidak terintimidasi. "Karena itu kontak-kontak langsung dibangun, respon di tingkat pemerintah juga memadai,"katanya. Sunariah

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.