Filipina Tuan Rumah KTT APEC 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemimpin negara berpose untuk foto di KTT APEC, di International Convention Center, Yanqi Lake, Beijing, Cina, 11 November 2014. (kiri-kanan) PM Brunei Daarussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Papua Nugini Peter O'Neil, Presiden Indonesia Joko

    Para pemimpin negara berpose untuk foto di KTT APEC, di International Convention Center, Yanqi Lake, Beijing, Cina, 11 November 2014. (kiri-kanan) PM Brunei Daarussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Papua Nugini Peter O'Neil, Presiden Indonesia Joko "Jokowi" Widodo, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Australia Tony Abbott, Presiden Cina Xi Jinping, PM Malaysia Najib Razak, Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Selandia Baru John Key. AP/Ng Han Guan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada 2013 dan Cina pada 2014, giliran Filipina sebagai tuan rumah APEC pada tahun 2015. Ini seperti dimuat dalam dokumen APEC yang dikeluarkan pada Selasa, 11 November 2014.

    Pengumuman Filipina menjadi tuan rumah APEC tahun depan juga disampaikan dalam penutupan pertemuan APEC ke-25, Selasa, 11 November 2014, seperti dilansir Xinhua News, Selasa, 11 November 2014. (Baca: Indonesia Minta APEC Lebih Pro-Rakyat)

    Dalam deklarasi tersebut dijelaskan bahwa anggota APEC berkomitmen mendukung penempatan tuan rumah APEC di Peru pada 2016, Vietnam pada 2017, Papua Nugini pada 2018, Cile pada 2019, Malaysia pada 2020, Selandia Baru pada 2021, dan Thailand pada 2022. (Baca: Pasar Bebas Jadi Isu Utama KTT APEC)

    INTAN MAHARANI| XINHUA

    Baca juga:
    Obsesi Jokowi: Kawinkan Tol Laut dan Jalur Sutra
    Lelang Jabatan Dirjen Pajak Mulai Dibuka
    Myanmar Sambut Investasi Perbankan Indonesia
    Oscar Ternyata Suka Ngemong Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.