FPI Sudah Dua Kali Dapat Surat Peringatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto (kiri) bersama Direskrim Umum Polda Metro Jaya, Heru Pranoto (kedua kiri), tunjukkan samurai yang menjadi barang bukti kerusuhan oleh FPI di depan kantor DPRD, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto (kiri) bersama Direskrim Umum Polda Metro Jaya, Heru Pranoto (kedua kiri), tunjukkan samurai yang menjadi barang bukti kerusuhan oleh FPI di depan kantor DPRD, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri sudah dua kali mengirimi surat peringatan kepada Front Pembela Islam. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat, untuk membubarkan ormas dibutuhkan tiga kali surat peringatan.(Baca: Isi Surat Lengkap Pembubaran FPI oleh Ahok)

    Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dodi Riadmadji menuturkan surat pertama dikirim karena FPI menyerang aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008. "Kedua, saat merusak gedung Kementerian pada 12 Januari 2012," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 11 November 2014. (Baca: Ahok Surati Kementerian Minta FPI Dibubarkan)

    Setelah mendapat tiga kali surat teguran, jika ormas tersebut masih melanggar, langkah selanjutnya adalah menghentikan bantuan. Kalau masih bandel, ormas tersebut bisa dibubarkan.

    Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengirim surat rekomendasi pembubaran FPI ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kementerian Dalam Negeri. Dia merasa FPI kerap bertindak brutal dalam berdemonstrasi. (Baca: Ahok: FPI Tak Cerminkan Islam Rahmatan lil alamin)

    ADVERTISEMENT

    Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menyatakan siap menyerahkan data-data pelanggaran yang pernah dilakukan FPI. "Pelanggaran-pelanggaran yang ditangani bukan hanya sekarang, tapi yang dulu juga ada," katanya.

    TIM TEMPO

    Baca juga:
    Inisial Artis VM Ditangkap Narkoba,Telah Terungkap
    FPI Pernah Ditolak di Daerah-daerah Ini
    Dua Jalur Membubarkan FPI
    11 Wanita India Meninggal Setelah Sterilisasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.