FPI Pernah Ditolak di Daerah-daerah Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo yang tergabung dalam massa FPI dan FBB meneriakkan slogan saat melakukan aksi menolak Ahok jadi Gubernur DKi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Pendemo yang tergabung dalam massa FPI dan FBB meneriakkan slogan saat melakukan aksi menolak Ahok jadi Gubernur DKi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) kembali meniadi sorotan setelah menggelar aksi demonstrasi menolak pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam unjuk rasa pada Senin, 10 November 2014, Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab, menolak Ahok sebagai gubernur karena berasal dari etnis Tionghoa dan beragama non-muslim. (Baca: Ahok Bimbang Laporkan Ketua FPI ke Polisi).

    Aksi ini lantas menuai kecaman banyak pihak. Sebelumnya, FPI pun menghadapi penolakkan dari berbagai elemen masyarakat di beberapa daerah. Hal ini terjadi lantaran mereka menilai FPI sering melakukan aksi kekerasaan. Berdasarkan catatan Tempo, berikut ini adalah aksi penolakan masyarakat terhadap kehadiran FPI di sejumlah daerah. (Baca: Sutiyoso: Asal Penuhi Syarat, Silakan Bubarkan FPI).

    1. Ditolak oleh Suku Dayak Kalimantan Tengah

    Sejumlah organisasi massa dan warga suku Dayak menentang rencana pendirian FPI di Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka menilai FPI adalah organisasi massa yang identik dengan kekerasan, sehingga tidak sesuai dengan budaya suku Dayak, yaitu Huma Betang, yang mempunyai makna kebersamaan dalam keragaman. Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalteng, Yansen Binti, mengatakan filosofi Huma Betang menjunjung tinggi perdamaian serta toleransi antar-umat beragama. "Sementara FPI kerap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya," kata Yansen, Sabtu, 11 Februari 2012.

    2. Penolakan Pesilat Muslim di Kediri

    Ketua Gerakan Aksi Silat Muslim Indonesia (GASMI), Zainal Abidin, menolak keras keberadaan FPI di Kediri, Jawa Timur. Organisasi pesilat ini bahkan telah menggagalkan rencana pembentukan FPI di Kediri. Gus Bidin -panggilan Zainal Abidin- meminta anggota FPI mengurungkan niat melanjutkan organisasi itu, jika tidak ingin berhadapan dengan para pesilat Muslim. Sebab, dia menilai FPI telah menjadi momok bagi perjuangan Islam. Alih-alih melakukan dakwah, perilaku mereka justru mengumbar kekerasan. "Apalagi kemana-mana membawa atribut dan simbol Islam," kata Gus Bidin, Selasa, 14 Februari 2012.

    3. Ditentang Mahasiswa Kupang

    Saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2013, puluhan mahasiswa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aksi menolak keberadaan FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut mereka kehadiran dua ormas Islam itu bertentangan dengan asas Bhineka Tunggal Ika. Koordinator aksi, Ilo mengatakan aksi ini merupakan bentuk keprihatinan pemuda terhadap kehidupan bangsa yang semakin diintervensi oleh ormas garis keras yang telah keluar dari nilai-nilai ke-bhineka-an. "Kami minta pemerintah segera bubarkan FPI dan HTI," katanya.

    4. Dihadang Warga Wonosobo

    Sejumlah warga Wonosobo, Jawa Tengah, sempat mengadang Ketua FPI Jawa Tengah, Syihabudin, seusai berceramah pada pengajian di Desa Bowongso, Kalikajar. Mereka tersinggung dengan isi ceramah Syihabudin yang tak suka dengan aktivitas Banser - organisasi sayap Nahdlatul Ulama- yang menjaga gereja kala ada kegiatan keagaman.

    5. Terancam Sweeping di Tulungagung

    Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai menolak rencana FPI mendeklarasikan diri di Tulungagung, Jawa Timur. "Kami tidak ingin Tulungagung dikotori oleh orang-orang yang menghalalkan kekerasan," kata Maliki Nusantara, juru bicara aliansi, Senin, 27 Oktober 2014. Maliki menyatakan akan melakukan sweeping terhadap anggota FPI, jika berani berbuat onar. Bahkan mereka juga siap melakukan perang fisik, jika dibutuhkan. Sebab, sepak terjang FPI selama ini dinilai buruk dan merusak citra umat Islam.

    6. Dituntut Bubar oleh Warga Pontianak

    Ribuan orang berkumpul di Rumah Betang, Jalan Sutoyo, Pontianak, pada Kamis, 15 Maret 2012. Mereka menuntut agar FPI Kalimantan Barat dibubarkan. Mereka datang dari daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak, antara lain Sei Ambawang dan Mandor. Konflik ini terpicu isu bentrokan, buntut dari ribut-ribut penurunan spanduk penolakan FPI di Kalimantan Barat.

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Obama Pilih Jokowi, Bukan Putin atau Xi Jinping 

    Obama Sapa Jokowi: 'Aku Ngantuk' 

    Akhirnya Iriana Widodo Tampil di APEC


  • FPI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.