Menteri Susi: Saya Beruntung DPR Kisruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti memberikan keterangan kepada wartawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 3 November 2014. TEMPO/Frannoto

    Menteri Susi Pudjiastuti memberikan keterangan kepada wartawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 3 November 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku beruntung dengan kondisi anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang sedang kisruh. Kondisi itu yang menjadi salah satu penyebab moratorium izin kapal asing di Indonesia cepat selesai. (Baca: Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi)

    Menurut Susi, DPR tidak sempat memperhatikan dia dalam membuat aturan, sehingga tidak dipertanyakan. "Aji mumpung, tidak ada yang protes," kata dia dalam acara diskusi bersama pelaku pengusaha perikanan di kantornya, Jakarta, Selasa, 11 November 2014.(Baca: Takut Korupsi, Menteri Susi Minta Saran KPK)

    Selain itu, Susi mengatakan dirinya sengaja tidak berkonsultasi dengan kalangan pengusaha dalam membentuk aturan moratorium. Karena, kalau melakukan konsultasi, akan memakan waktu lama. "Kalau saya konsultasi, tiga bulan lagi baru selesai," kata dia.

    Selain itu, dia mengaku tak masalah kalau moratorium itu ada pro dan kontranya. "Demi hasil laut yang tidak bocor dan tidak ada kebocoran bahan bakar bersubsidi ke kapal asing," kata Susi. (Baca: Walhi Tolak Ide Menteri Susi Mengebom Kapal Liar)

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Lain
    Obama Sapa Jokowi: 'Aku Ngantuk' 

    Akhirnya Iriana Widodo Tampil di APEC

    Ahok: FPI Tak Cerminkan Islam Rahmatan lil alamin 

    Jokowi Cerita ke Obama Soal SD Menteng

    Makna Politik Jokowi Diapit Obama dan Jinping




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.