Pramono Anung: Dua Koalisi Capai Kesepakatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Pramono Anung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Wakil Ketua DPR Pramono Anung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Pramono Anung, mengatakan perseteruan antara koalisi Prabowo dan koalisi Jokowi di parlemen telah usai. Menurut Pramono, kedua kubu telah mencapai kesepakatan melalui sebuah pertemuan tertutup yang digelar kemarin. (Baca: Koalisi Jokowi Tuntut Posisi di DPR Proporsional)

    "Alhamdulillah akhirnya perbedaan koalisi Jokowi dan koalisi Prabowo akhirnya selesai, penyelesaian yang saling menghormati dan mudah2-an lancar," ujar Pramono melalui akun Twitter-nya @pramonoanung, Sabtu malam, 8 November 2014. Akan tetapi, Pramono tidak menyebut apa isi kesepakatan kedua kubu tersebut.

    Pramono menjelaskan sejumlah politikus yang menghadiri pertemuan tertutup tersebut. Pertemuan tersebut mempertemukan Pramono dengan Hatta Rajasa, Fadli Zon, Zulkifli Hasan, Ade Komaruddin, dan Olly Dondokambey. "Yang terlibat dalam diskusi yang panjang untuk penyelesaian; @hattarajasa @fadlizon @Zul_Hasan @Akom2005, @pramonoanung & Olly D." (Baca: Bertemu 100 CEO, Jokowi Curhat tentang DPR)

    Sebelumnya, DPR terbelah menjadi dua karena perseteruan koalisi Jokowi dan koalisi Prabowo. Kedua koalisi saling membuat legitimasi kepemimpinan di parlemen. Perpecahan tersebut ditengarai terjadi akibat ketidaksepakatan kedua kubu soal penetapan alat kelengkapan dewan, seperti komisi dan badan.

    NURIMANJAYABUANA

    Baca berita lainnya:
    Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan
    Dukung Menteri Blusukan, Tweeps Bully Nurul Arifin
    PPP Pecat Lulung, Kubu Prabowo Bersatu Jegal Ahok
    Nurul Arifin Menyesal Tak Sebar Duit Saat Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.