Kecelakaan, Wartawan Tempo Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick P Hardi, wartawan TEMPO. Istimewa.

    Erick P Hardi, wartawan TEMPO. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan Tempo, Erick Priberkah Hardi, 42 tahun, meninggal setelah mengalami kecelakaan di sekitar Jalan Setiabudi, Bandung, Sabtu, 8 November 2014. Menurut penuturan temannya, Fery Firmansyah, Erick tertabrak sepeda motor saat hendak menyeberang jalan.

    Ferry menuturkan, saat itu Erick hendak menuju arah Cihampelas, dari Jalan Setiabudi, Bandung. "Kejadiannya pukul 05.15 pagi, hari Sabtu, 8 November 2014, dia turun ke Jalan Setiabudi, mau ke arah Cihampelas," kata Fery saat dihubungi Tempo, Ahad, 9 November 2014.

    Alhmarhum Erick hendak balik arah, ada sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. "Motor dari arah berlawanan lalu menabrak Erick," katanya.

    Erick seketika jatuh pingsan. Polisi dan warga sekitar langsung membawanya RS Hasan Sadikin. "Beliau kritis. Tingkat kesadarannya tiga, kata dokter," kata Fery. Secara umum, skala kesadaran manusia berada antara 3 sampai 15. Erick berarti berada pada level kesadaran terendah.

    Kondisinya Erick tidak mengalami perubahan hingga mengembuskan napas terakhir pada  22.05 WIB. Almarhum meninggalkan seorang ibu dan satu saudara laki-laki. Rencananya, jenazah Erick akan dimakamkan di kampung halamannya di Sumedang, Jawa Barat. "Pagi ini pukul 08.00 jenazah akan diberangkatkan," kata Fery menambahkan.

    Pimpinan Tempo Inti Media, tempat almarhum Erick bekerja, dikabarkan akan ikut mengantar jenazah ke Sumedang. Antara lain, Pemimpin Redaksi Tempo.co Daru Priyambodo dan Redaktur Pelaksana Desk Nusa Koran Tempo Yudono Yanuar.

    FEBRIANA FIRDAUS | IQBALTAWAKAL

    Berita lain:
    Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan
    Dukung Menteri Blusukan, Tweeps Bully Nurul Arifin
    PPP Pecat Lulung, Kubu Prabowo Bersatu Jegal Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.