Guru Ngaji Ini Sodomi 27 Murid SD di Tasikmalaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi

    ilustrasi

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Seorang guru agama di Kampung Nagrog, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga telah mencabuli 27 anak didiknya. Asep Kamaludin, 25 tahun, merupakan guru madrasah ibtidaiyah (MI) atau setingkat sekolah dasar (SD) dan madrasah tsanawiyah atau setingkat SMP.

    Kepada penyidik kepolisian, Asep mengaku telah melakukan aksi bejatnya sejak 2008. Orang tua korban melaporkan Asep ke polisi. Ia kini meringkuk di ruang tahanan Polres Tasikmalaya.

    Menurut Asep, perbuatan cabulnya itu dilakukan karena dia pernah disodomi saat masih anak-anak. Dia mengaku melakukan aksi balas dendam. "Saya pernah disodomi saat masih kecil oleh pemuda di kampung," kata dia saat ditemui di Mapolres Tasikmalaya, Sabtu, 8 November 2014.

    Selain sebagai guru MI dan MTs, Asep juga berperan sebagai guru mengaji bagi sejumlah korban. Biasanya pelaku menjalankan aksi bejatnya di rumahnya setelah kegiatan pengajian selesai. "(Pencabulan) sejak saya masih kuliah," katanya. Asep baru setahun lulus kuliah.

    Modus pencabulan Asep dilakukan dengan meminta anak didiknya menginap di rumahnya. Dia beralasan akan memberikan pendidikan tambahan kepada muridnya. "Saya wajibkan siswa untuk menginap setiap malam Minggu untuk belajar mengaji," ujarnya.

    Saat menjalankan aksinya, AK mengancam korban untuk tidak memberitahukan pencabulan ini kepada orang tua korban. Selain itu, dia mengiming-imingi anak didiknya nilai bagus. "Korban mungkin ketakutan, jadi tidak bilang sama orang tuanya," ia menjelaskan.

    Seorang korban, YA, menjelaskan bahwa pelaku meminta dirinya menginap di rumah pelaku. Saat tengah malam, pelaku meminta YA datang ke kamarnya. "Saya disuruh buka celana dan berbaring," ucap YA.

    Saat dicabuli, YA mengaku tidak berani melawan karena takut. "Saya diancam agar tidak bilang kepada siapa pun," ucapnya.

    Kepala Unit PPA Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya Inspektur Dua Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya menerima laporan dari orang tua korban pada Selasa, 4 November 2014. Polisi kemudian melakukan penyelidikan. "Orang tua melapor karena anaknya mengaku telah disodomi," kata Wahyu.

    Dari hasil penyelidikan dan keterangan pelaku, jumlah korban mencapai 27 orang. Semua korban masih anak kecil dan masih duduk di bangku SD. "(Korban) semuanya laki-laki," ucap Wahyu.

    CANDRA NUGRAHA

    Baca juga:
    Raden Nuh Sudah Setop Akun @TrioMacan Sejak 2012
    Myanmar Tawarkan Warga Asing Permanent Residence
    Waspada, Jakarta Hujan Angin dan Petir
    Terpidana Narkoba Sebabkan LP Penuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.