Tawuran, Dua Pemuda Makassar Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Makassar - Tawuran antara kelompok pemuda dari Jalan Muhammad Yamin Baru dan Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Jumat sore, 7 November 2014, sekitar pukul 18.00 Wita, menyebabkan dua nyawa melayang. Dua pemuda asal Jalan Muhaman Yamin Baru, Kelurahan Bara-Baraya, tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelamonia.

    "Empat orang yang kena senapan angin, dua di antaranya tewas," kata Kepala Kepolisian Sektor Makassar Komisaris Polisi Emile Resitey.

    Korban yang tewas bernama Kipli, 25 tahun, dan Riri, 15 tahun. Kipli tertembak bagian dadanya, sedangkan Riri bahu kirinya. "Keduanya sudah tak bisa tertolong lagi, sehingga mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.05 Wita," tutur Emile.

    Dua korban lain yang tersambar pelor senapan angin adalah Reza (15), yang terkena di bagian dada, dan Yeyen (15), yang bocor kepalanya. "Saat ini kondisi keduanya masih kritis di Rumah Sakit Pelamonia," ujar Emile. Kedua korban luka itu juga berasal dari Jalan Muhammad Yamin Baru.

    Ia menuturkan tawuran itu berawal saat pemuda Jalan Kelapa Tiga tiba-tiba menyerang pemuda Jalan Muhammad Yamin Baru dengan menggunakan busur, senapan angin, dan batu. Serangan itu mendapat perlawanan. Akibatnya, terjadi saling serang.

    Wakil Kepala Polsek Makassar Ajun Komisaris Syamsu dan Komandan Rayon Militer Makassar Kapten Baharuddin kemudian membubarkan perkelahian tersebut. Saat ini situasi sudah mulai bisa dikendalikan.

    DIDIT HARIYADI

    Berita penting lain

    Persib Juara, Ridwan Kamil Nge-tweet Istri Solehah
    Puluhan Mata Air di Hulu Sungai Brantas Mati
    Reuni Akmil '73, Prabowo Pilih ke Luar Negeri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.