Timses Prabowo: @Triomacan2000 Bukan Buzzer Kami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kanan) menerima kunjungan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Wapres, Jakarta, 21 Oktober 2014. Kunjungan Prabowo tersebut untuk silaturahmi dan mengucapkan selamat kepada Wapres. ANTARA/HO/Setwapres- Samsu Hadi

    Wapres Jusuf Kalla (kanan) menerima kunjungan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Wapres, Jakarta, 21 Oktober 2014. Kunjungan Prabowo tersebut untuk silaturahmi dan mengucapkan selamat kepada Wapres. ANTARA/HO/Setwapres- Samsu Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim sukses bidang hukum calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburrokhman, mengatakan Partai Gerindra tidak pernah meminta bantuan pihak lain untuk melakukan promosi di media sosial.

    "Kami tidak pernah meminta @Triomacan2000 untuk jadi buzzer," kata Habiburrokhman saat dihubungi pada 7 November 2014. Buzzer adalah istilah untuk merujuk akun di Twitter yang mempromosikan produk tertentu secara komersial.

    Menurut Habiburrokhman, para pendukung Prabowo-Hatta di media sosial adalah para pendukung murni kubu ini. Dengan demikian, mereka mau mendukung dengan mencuit dan membela Prabowo-Hatta. (Baca: Trio Macan Minta DPR Jangan Kisruh)

    Habiburrokhman mengatakan, bila tim kampanye presiden dan wakil presiden berasal dari buzzer, akan sangat riskan. Dia menilai dukungan para buzzer kepada Prabowo-Hatta saat itu dikhawatirkan hanya dukungan sementara. "Hari ini saja dia mendukung, jangan-jangan besok membelot."

    Habiburrokhman mengatakan cara menggaet pendukung di dunia maya saat itu sangat mudah. Salah satu akun yang diandalkan adalah akun resmi @Prabowo08 di Twitter serta akun resmi Partai Gerindra. "Pak Prabowo saja pengikutnya sudah mencapai 1,4 juta, belum lagi pengikut dari Gerindra. Jadi tidak perlu @Triomacan2000," katanya. (Baca: Triomacan2000 Ajukan Penangguhan Penahanan)

    Habiburrokhman menjelaskan, di media sosial Facebook pun jumlah pengikut Gerindra dan Prabowo sudah cukup banyak. Akun di media sosial Twitter, kata dia, sudah dibuat sejak 2-3 tahun lalu. "Mungkin di pihak seberang kali (yang menyewa @Triomacan2000)," ujarnya. Pihak seberang yang dimaksud Habiburrokhman adalah pihak Jokowi-JK.

    Hingga saat ini pun, para netizen pendukung Prabowo-Hatta, kata dia, masih mendukung kubu itu. Selain mendukung, ternyata mereka juga sempat mengkritik tindakan Prabowo-Hatta yang dinilai tidak tegas. "Kritik itu sempat datang saat Prabowo datang ke pelantikan Jokowi," kata Habiburrokhman. Namun, secara umum, mayoritas netizen memuji sikap Prabowo-Hatta saat pelantikan Joko Widodo sebagai presiden.

    MITRA TARIGAN

    Berita Lain:
    9 Perempuan Berpengaruh Versi Forbes
    Polusi Penyebab 670 Ribu Orang Cina Meninggal
    Insiden Kecelakaan di Yerusalem Diduga Aksi Teror



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.