Jokowi: Kita Terjebak pada Pemborosan Subsidi BBM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kiri) menyaksikan produk pertanian saat meninjau lokasi puncak peringatan Hari Pangan Internasional dan Pembukaan Pekan Flori dan Flora Nasional 2014 di Taman Maccini Sombala Makassar, 5 November 2014. ANTARA/Yusran Uccang

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kiri) menyaksikan produk pertanian saat meninjau lokasi puncak peringatan Hari Pangan Internasional dan Pembukaan Pekan Flori dan Flora Nasional 2014 di Taman Maccini Sombala Makassar, 5 November 2014. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan selama bertahun-tahun Indonesia melakukan pemborosan besar-besaran terhadap anggaran negara. "Kita selalu terjebak pada yang namanya pemborosan lewat subsidi BBM," kata Joko Widodo dalam acara Kompas CEO Forum di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat, 7 November 2014.

    Jokowi berujar dalam kurun waktu lima tahun lalu, dana subsidi BBM yang tersedia mencapai Rp 714 triliun. Akan tetapi, subsidi pada bidang lainnya relatif jauh lebih kecil. Jokowi mengatakan dalam lima tahun belakangan Indonesia hanya menganggarkan Rp 220 triliun untuk kesehatan dan Rp 574 triliun untuk infrastruktur.

    Menurut Jokowi, besaran anggaran seperti yang dimiliki pemerintah lima tahun lalu merupakan wujud keborosan yang harus segera diselesaikan. "Boros enggak kita? Sangat boros dan tiap hari kita bakar, kita bakar. Kita enggak sadar bahwa itu boros namanya," kata dia. (Baca: Siapa Jaksa Agung? Jokowi: Belum, Belum, Belum)

    Oleh sebab itu, menurut Jokowi, keborosan seperti itu harus segara dihentikan. Jokowi mengaku pemerintahannya sudah memiliki rencana berkaitan dengan penghentian pemborosan subsidi energi tersebut dengan melakukan pengalihan.

    Menurut Jokowi, subsisi negara harus disasarkan pada urusan yang lebih produktif dan bukan konsumtif. Jokowi menyampaikan pemerintah ingin mengalihkan subsidi pada pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, jalur kereta api, hingga bidang pertanian. "Kita akan alihkan ke pertanian, di sawah, benih untuk petani, pupuk untuk petani, irigasi, infrastruktur waduk juga untuk petani."

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler:
    9 Perempuan Berpengaruh Versi Forbes
    Kronologi Penembakan di Rumah Amien Rais
    Yusril Ihza Kritik Tiga Kartu Jokowi
    Tidur di Rapat Paripurna, Adian: Itu Leyeh-leyeh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jumlah dan Asal mikrobioma di Tubuh Manusia

    Tubuh manusia merupakan rumah bagi 100 triliun mikroba. Ada yang baik, ada yang buruk. Dari mana datangnya? Berapa total beratnya?