Pidato Kocak Bupati Tegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guntur Soekarnoputra bersama Enthus Susmono saat mendatangi perayaan ulang tahun Guruh Soekarnoputra ke 61 di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (13/1) malam. TEMPO/Nurdiansah

    Guntur Soekarnoputra bersama Enthus Susmono saat mendatangi perayaan ulang tahun Guruh Soekarnoputra ke 61 di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (13/1) malam. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Slawi - Ratusan warga Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, berjalan di halaman kantor Unit Pelaksana Teknis Derah (UPTD) Kebun Pembibitan Kesuben, Selasa, 4 November 2014. Warga tersebut menanti kedatangan bupati mereka, Enthus Susmono.

    Warga antusias bertemu bupati bukan karena ingin menyampaikan keluhan. Mereka ingin mendengarkan langsung pidato yang disampaikan Bupati Enthus. "Pasti lucu pidatonya," kata seorang warga, Aimatul Hidayat, 28 tahun. Maklum saja, selama ini Enthus dikenal sebagai dalang.

    Bupati Enthus tiba dengan mengenakan blangkon. Enthus langsung memberikan sambutan. Hampir satu jam lamanya Enthus berpidato. Namun, tidak satu pun tamu undangan dan warga yang mengeluh. Mereka malah berkali-kali tertawa terpingkal-pingkal sampai bertepuk tangan, bahkan bersorak.

    "Banyak orang lupa merawat alam. Padahal, semua yang kita butuhkan bersumber dari tanah," kata Enthus di awal pidatonya. Enthus berujar, pernah ada warga yang menyanggah pendapatnya dengan mengatakan listrik tidak berasal dari tanah. "Tapi kan tiang listriknya tetap ditanam di tanah, ora neng raimu (tidak di wajahmu)," ujar Enthus.

    Mendengar itu, semua pejabat hingga warga yang memadati acara itu terbahak-bahak. Ketika berpidato secara serius yang memaparkan data-data, Enthus pun membaca naskah pidatonya dengan awalan: menurut tulisan ini. Alasannya, Enthus tidak mau disalahkan jika data tersebut ternyata tidak sesuai fakta di lapangan. "Tulisan ini dari humas, harganya Rp 100 ribu," kata Enthus.

    Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko tersenyum dan menggelengkan kepala saat mendengar ucapan Enthus. "Beruntung Kabupaten Tegal punya bupati seperti Pak Enthus, bisa menghibur rakyatnya kalau sedang kesusahan," kata Heru.

    Setelah Enthus menyelesaikan pidatonya dan beranjak meninggalkan mimbar, warga yang semula berdesakan berangsur surut. Hingga tiba giliran Heru berpidato, tenda acara peresmian itu sudah kembali lapang karena warga bergegas pulang.

    DINDA LEO LISTY

    Topik terhangat:

    TrioMacan | Penghinaan Presiden | Susi Pudjiastuti | Pengganti Ahok

    Berita terpopuler lainnya:
    3 Jagoan Intel Ini Calon Kuat Kepala BIN
    Raden Nuh Sempat Melawan Saat Ditangkap 
    Cara Menteri Susi Berantas Pencurian Ikan 
    Kata Jokowi, Informasi BIN Sering Meleset


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.