Fraksi Golkar: Kenaikan Harga BBM Sakiti Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Pengawas DPR untuk kasus bailout Bank Century Bambang Soesatyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Tim Pengawas DPR untuk kasus bailout Bank Century Bambang Soesatyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Partai Golongan Karya, Bambang Soesatyo, mengatakan Presiden Joko Widodo tidak menghiraukan aspirasi rakyat jika tetap akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi dalam waktu dekat.

    Menurut Bambang, kebijakan Jokowi tersebut jelas-jelas menyakiti rakyat dan sulit diterima akal sehat. "Ungkapan Jokowi pro Rakyat kini terbukti sebagai slogan tanpa makna," kata Bambang dalam pesan yang diterima Tempo, Selasa, 4 November 2014.

    Bambang mengatakan, tidak ada jaminan pemerintah akan mampu meredam dampak negatif dari naiknya harga BBM bersubsidi, meski program-program 'kartu sakti telah diluncurkan sebagai kompensasi. "Harga barang dan jasa, utamanya harga komoditi kebutuhan pokok dan tarif jasa angkutan penumpang pada semua moda transportasi akan naik."

    Program-program itu, kata Bambang, tidak akan mengurangi penderitaan warga miskin karena lonjakan harga barang dan jasa biasanya lebih tinggi. "Inilah pil pahit dari Presiden Jokowi yang harus ditelan seluruh rakyat Indonesia." (Baca: Harga BBM Pasti Naik, Ini Alasan Menteri Sofyan  )

    Sebelumnya, pada 29 Oktober 2014, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar rapat kabinet terbatas soal subsidi bahan bakar minyak di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Dalam rapat tersebut disebutkan bahwa pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebelum 1 Januari 2015.

    Pemerintah baru ini, kata Bambang, akan menaikkan harga BBM bersubsidi ketika harga minyak di pasar internasional sedang mengalami penurunan. APBN-Perubahan 2014 mengasumsikan harga minyak 105 dolar AS per barel, sementara harga minyak saat ini di kisaran 82 dolar AS per barel.(Baca: Politikus NasDem Ini Ngotot Harga BBM Harus Naik  )

    "Logikanya, kalau pun tidak mau menurunkan harga BBM bersubsidi, Jokowi setidaknya harus punya keberanian dan kemauan politik untuk mempertahankan harga pada level yang berlaku sekarang demi melindungi rakyat."

    "Tetapi, alih-alih meringankan beban kehidupan rakyat, Jokowi tetap saja memilih cara instan menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengamankan APBN tahun berjalan," kata Bambang.

    RIDHO JUN PRASETYO



    Berita Terpopuler
    Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi
    Ahok Pernah Diperas oleh @TrioMacan2000
    Proyek Jembatan Selat Sunda Dihentikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.