Senin, 10 Desember 2018

Latar Belakang Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Mantan Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto, dilantik menjadi Sekretaris Kabinet hari ini, 3 November 2014, di Istana Negara. Sebelum berkecimpung di pentas politik praktis, Andi dikenal sebagai akademikus dan pengamat militer.

    Andi menamatkan pendidikan S-1 di jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Setelah itu, Andi melanjutkan pendidikan program pascasarjana di National Defense University, Amerika Serikat.

    Saat ini Andi sedang menyelesaikan disertasi doktoral tentang doktrin militer Indonesia di S. Rajaratnam Schoool of International Studies, Singapura. Sejak 2000, Andi terlibat aktif dalam berbagai kelompok kerja reformasi militer yang difasilitasi Pro Patria, RIDEP, LOGOS, LIPI, Pacivis Universitas Indonesia, dan Departemen Pertahanan.

    Pria 43 tahun ini menjadi dosen di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia. Andi juga merupakan pengajar tetap di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional.

    Keterlibatan Andi dalam Tim Transisi tidaklah mengejutkan. Almarhum Theo Syafei, ayah Andi, adalah politikus senior sekaligus orang yang dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Theo meninggal pada 2011.

    Andi adalah anggota Tim Transisi ketiga yang diangkat menjadi menteri dalam pemerintahan Jokowi, setelah Rini Soemarno (Menteri BUMN) dan Anies Baswedan (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah). Nantinya, Andi membawahkan Kelembagaan Sekretariat Kabinet dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengembangan dan Pengawasan Pembangunan.

    ANDI RUSLI

    Topik terhangat:

    Penghinaan Presiden | Susi Pudjiastuti | Kabinet Jokowi | Pengganti Ahok

    Berita terpopuler lainnya:
    Kata Jokowi Soal Menteri Susi yang Nyentrik
    Raden Nuh @TrioMacan2000 Bos Perusahaan Media
    Yani: Muktamar PPP Kubu SDA Lebih Buruk daripada Romi
    Menteri Energi: Petral Tak Harus Dibubarkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.