Ini Fasilitas Kamar Kos Raden Nuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raden Nuh, admin akun Twitter @TrioMacan2000. Istimewa

    Raden Nuh, admin akun Twitter @TrioMacan2000. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Raden Nuh, terduga salah satu administrator akun Twitter @TrioMacan2000, ditangkap oleh Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya di kamar kosnya, di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Rumah kos dua lantai yang berada di kompleks perumahan itu dihargai cukup mahal, Rp 2,5 juta per bulan.

    Andi, penghuni kos, mengatakan pemilik kos memberikan fasilitas lengkap untuk setiap kamarnya. "Ada AC, air panas, dan TV-nya juga," kata perempuan itu saat ditemui di kos itu, Ahad, 2 November 2014. (Baca:Raden Nuh @TrioMacan2000 Ditangkap di Tebet)

    Selain fasilitas itu, dari pantauan Tempo, pemilik kos juga menyediakan dapur di lantai dasar. Di sana, disediakan meja bundar untuk makan, televisi berbayar, kulkas berukuran besar, microwave, magic jar, serta mesin cuci.

    Di depan kamar kos, pemilik menyediakan halaman sebagai tempat parkir. Beberapa mobil, di antaranya bermerek BMW, Honda, serta motor trail, tampak parkir di sana. (Baca: Raden Nuh @TrioMacan2000 Bos Perusahaan Media)

    Raden Nuh ditangkap di kosnya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Ahad dinihari tadi. Penangkapan tersebut masih berkaitan dengan kasus pemerasan yang melibatkan Edi Saputra, administrator akun @TrioMacan2000. Edi diduga memeras AP, bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebesar Rp 50 juta. Edi disinyalir menggunakan modus mengintimidasi AP dengan pemberitaan fitnah yang ditayangkannya di media online. (Baca: Raden Nuh Ditangkap, Kantor Asatunews.com Sepi)

    NUR ALFIYAH

    Baca juga:
    Menteri Susi Cuma Lulusan SMP, Apa Kata Eks Suami?
    Yani: Muktamar PPP Kubu SDA Lebih Buruk daripada Romi
    Koalisi Prabowo Tantang Kubu Jokowi Gugat UU MD3
    Naikkan Harga BBM, Kalla Tak Takut Dijegal DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.