Museum Majapahit Baru Dibangun di Atas Kanal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • museum trowulan

    museum trowulan

    TEMPO.CO, Mojokerto - Museum Majapahit yang baru akan dibangun di atas kanal atau saluran air buatan. Desain bangunannya telah diumumkan oleh pelaksana proyek, PT Wiswakharman, di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. "Konsepnya seperti Candi Tikus, ada bangunan di tengah kolam," kata Kepala BPCB Trowulan Aris Soviyani, Jumat, 31 Oktober 2014.

    Museum tertutup itu diharapkan dapat menggantikan museum terbuka yang selama ini digunakan, namun kurang representatif. Museum baru itu nantinya berada tepat di belakang Pusat Informasi Majapahit dan Museum Majapahit lama. (Baca sebelumnya: Ratusan Rumah Akan Direhab Jadi Kampung Majapahit)

    "Akan dibangun di atas lahan seluas 5,7 hektare," kata Aris. Namun, sebelum museum itu dibangun, BPCB Trowulan akan melakukan penggalian terlebih dahulu untuk melihat apakah ada benda-benda purbakala yang masih tercecer di lahan tersebut.

    Untuk membangun museum baru ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan dana Rp 78,4 miliar selama tiga tahun. Adapun dana pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang diperkirakan sekitar Rp 17,9 miliar. Lahan yang akan dibebaskan sebagian besar berupa area persawahan. (Baca pula: Pemerintah Akan Bangun Museum Majapahit Baru)

    Dalam acara sosialisasi detail engineering design (DED) museum baru tersebut, BPCB Trowulan mengundang Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Kabupaten Jombang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun komunitas pemerhati sejarah diwakili Gotrah Wilwatikta.

    "Masih sebatas penjelasan DED, belum dibagi peran masing-masing pihak," kata Kepala Bidang Sejarah Museum Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Endang Prasanti. Namun Endang mengapresiasi desain museum itu. "Konsepnya bagus dan akan dibangun dalam tiga tingkat."

    Menurut Endang, museum tersebut tidak hanya menggambarkan perjalanan Kerajaan Majapahit dari masa ke masa, namun juga semua kerajaan yang pernah ada di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, mendukung pembangunan museum tersebut. "Dananya kami bicarakan," ujarnya. (Lihat juga: Hashim Djojohadikusumo Dirikan Mandala Majapahit)

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jombang Achmad Djufri mengatakan Jombang sebagai bagian dari Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan mendukung proyek ini dari sisi penyediaan infrastruktur. "Kami membantu penyediaan infrastruktur yang memadai," katanya.

    Ketua Gotrah Wilwatikta Anam Anis menyarakan museum dibangun tujuh tingkat. "Pada gambaran saya, ada jalan memutar tujuh tingkat. Masing-masing tingkat menggambarkan satu per satu raja Majapahit, yang berjumlah tujuh," ujar Anam. (Baca: Wadah Abu Jenazah Raja Majapahit Nyaris Dicuri)

    ISHOMUDDIN

    Terpopuler:
    Ini Sebab Presiden Jokowi Susah Dilengserkan MPR 
    Jadi Menteri, Gaji Susi Tinggal 1 Persen 
    Fadli Zon Keluarkan Ancaman untuk DPR Tandingan
    Kemlu AS: Menhan Ryamizard bukan Pelanggar HAM 
    JK Nilai Penanganan Kasus Penghinaan Jokowi Terus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.