Mendiknas Ajukan Dua Alternatif Sejahterakan Guru Bantu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo mengajukan dua alternatif pendanaan untuk mengatasi masalah kesejahteraan guru bantu. Alternatif itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi Pendidikan DPR, hari ini, Rabu (1/6). "Ini termasuk kegiatan prioritas tahun depan," kata Bambang. Alternatif pertama, peningkatan status 100 ribu guru bantu menjadi guru Pegawai Negeri Sipil. Untuk alternatif ini dibutuhkan dana Rp 0,65 triliun yang ditanggung pemerintah daerah kabupaten/Kota. Bersamaan itu, pemerintah daerah kabupaten/kota mengontrak kembali 136.001 guru bantu dengan upah diatas upah minimum regional. Dengan cara ini, setiap guru bantu akan mendapat kenaikan upah sebesar Rp 250 ribu. Sedangkan alternatif kedua, Mendiknas akan mengontrak 174.232 guru bantu dengan menaikan honornya diatas atau setara dengan upah minimun regional. Dana yang diperlukan sejumlah Rp 0,66 triliun.Selama ini pemerintah belum memberi kejelasan soal nasib guru bantu. Padahal banyak guru bantu yang masa kontraknya segera berakhir akhir tahun ini. Dalam rapat itu, Mendiknas juga menyinggung rencana merekrut 80 ribu guru pegawai negeri sipil."Ini untuk penuntasan wajib belajar dan penggantian guru pensiun," jelasnya. Untuk rekrutmen ini, dibutuhkan dana Rp 0,08 triliun. lRINALDI D GULTOM

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.