Minggu, 22 September 2019

Kapolri: Arsad Ditahan Bukan karena Hina Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Sutarman. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolri Jendral Sutarman. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Sutarman memaparkan alasan penahanan Muhammad Arsad. Sutarman mengatakan penahanan terhadap Arsad bukan karena soal penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, tetapi karena kasus pornografi.

    "Karena menyebarkan foto-foto porno, ini berbahaya bagi pendidikan anak-anak," kata Sutarman di kantor Wakil Presiden, Kamis, 30 Oktober 2014. (Baca: Ibu Penghina Jokowi Minta Penangguhan Penahanan)

    Sutarman mengklaim Kepolisian telah menelusuri kasus tersebut sejak berbulan-bulan. Kepolisian menelusuri secara detail siapa yang menyebarkan foto Jokowi dan Megawati Soekarnoputri dalam gambar porno.

    Sutarman menyatakan, jika kasus tersebut dibiarkan, akan menyebarkan pornografi dan berefek kejahatan seksual pada anak. "Kenapa kasus ini dibuat heboh? Ini bukan karena nama Jokowi, tapi karena pornografinya," kata Sutarman. (Baca: Penghina Jokowi Buka Facebook di Warnet)

    Hingga saat ini, menurut Sutarman, polisi belum menemukan kesimpulan soal motivasi pengunggahan dan penyebaran foto porno tersebut. Polisi bertindak tegas karena ada efek psikologis yang besar.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita Terpopuler
    Foto Porno Ini Bikin Penghina Jokowi Ditangkap  
    Dropout SMA, Ini Catatan Akademik Menteri Susi
    Cerita Susi Ngotot Pakai Helikopter ke Seminar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe