AKBP Idha Endri Dituntut 8 Tahun Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AKBP Idha Endri Prastiono (kiri) digiring oleh sejumlah petugas Polda Kalbar setelah tiba di Bandara Supadio, Kalbar, 10 September 2014. Ia akan menjalani pemeriksaan dan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    AKBP Idha Endri Prastiono (kiri) digiring oleh sejumlah petugas Polda Kalbar setelah tiba di Bandara Supadio, Kalbar, 10 September 2014. Ia akan menjalani pemeriksaan dan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Pontianak - Pengadilan Negeri Pontianak menggelar sidang tuntutan untuk kasus korupsi dan penggelapan dengan terdakwa Ajun Komisaris Besar (AKBP) Idha Endri Prastiono. Idha yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub-Direktorat III Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dituntut 8 tahun penjara. (Baca juga: Idha Endri-Titi Diduga Bantu Bandar Narkoba Kabur.)

    Sidang yang digelar pada Kamis, 30 Oktober 2014, ini dipimpin oleh hakim ketua Torowa Daeli dan beranggotakan Hakim Yanto Susena dan Elias Silalahi serta panitera Syahrir Riza.

    Menurut jaksa penuntut umum, Juliantoro Hutapea, Idha Endri terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi serta Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penggelapan. Selain menuntut hukuman penjara, Idha dikenai sanksi denda Rp 200 juta. (Baca: Daftar Dugaan Pelanggaran Kode Etik AKBP Idha.)

    Jaksa Juliantoro mengatakan hal-hal yang memberatkan Idha adalah perbuatannya telah mencemarkan nama baik kepolisian dalam hal pemberantasan korupsi, sehingga membuat kepercayaan masyarakat berkurang. Namun ada hal-hal yang meringankan, yakni bersikap sopan selama persidangan dan telah menempuh masa pengabdian sebagai polisi selama 20 tahun. (Baca: Dugaan Pencucian Uang Istri AKBP Idha Endri.)

    Jaksa juga meminta agar barang bukti berupa mobil Mercedes Benz C200 dikembalikan ke Chiew Yem Kuan alias Aciu. Aciu adalah warga negara Malaysia yang ditangkap Idha Endri karena kasus kepemilikan sabu-sabu. Aciu kini tengah menjalani tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak.

    Penasihat hukum Idha, Hadi Suratman, menyatakan akan melakukan pembelaan dalam enam hari ke depan. Menurut dia, Idha tidak pernah menguasai kendaraan tersebut. "Mobil itu sebenarnya bukan milik Aciu, tetapi milik orang lain yang diakui Aciu sebagai rekannya." Sidang Idha rencananya kembali digelar pada Rabu, 5 November 2014, dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa. (Baca: Berkas AKBP Idha Endri Ditargetkan P21.)

    ASEANTY PAHLEVI

    Berita Terpopuler
    Begini Cara Susi Berantas Illegal Fishing
    Foto Porno Ini Bikin Penghina Jokowi Ditangkap 
    @TrioMacan2000 Pernah Memeras Bos Minyak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?