Jumat, 20 Juli 2018

Ibu Penghina Jokowi: Mohon Maaf Bapak Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat mengumumkan 34 nama menteri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. Jokowi memberi nama kabinetnya Kabinet Kerja. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat mengumumkan 34 nama menteri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. Jokowi memberi nama kabinetnya Kabinet Kerja. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Muhammad Arsad (MA), Mursidah, 49 tahun, tersangka penghina Presiden Joko Widodo memohon agar Jokowi mengeluarkan anaknya dari ruang tahanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Muhamad Arsad, 23 tahun, ditangkap pada Kamis, 23 Oktober 2014, karena dituduh menghina Presiden RI. (Baca: Penghina Jokowi di Facebook Unggah Gambar Cabul)

    "Saya mohon maaf kepada Bapak Presiden, anak saya enggak tahu apa-apa. Saya mohon dibebaskan," kata Mursidah saat ditemui di rumahnya di daerah Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 29 Oktober 2014. (Baca: Hina Jokowi, Tukang Tusuk Sate Klaim Iseng)

    "Bila perlu saya bersimpuh di hadapan Bapak Presiden. Saya ingin menghadap Bapak, mencium kaki bapak. Mohon maaf atas nama anak saya Muhammad Arsad," ujarnya sambil menangis dan bersujud. (Baca: Tukang Sate Penghina Jokowi Dibela Netizen)

    Mursidah tak mengetahui apa yang dilakukan anak pertamanya itu. Pada Kamis pagi itu, empat orang polisi berbaju sipil yang datang menangkap Arsad, mengatakan bahwa Arsad, menghina Presiden Jokowi di jejaring sosial Facebook. (Baca: Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan)

    "Saya enggak bisa baca-tulis, bapak polisi dateng dan nunjukkin sesuatu di HP bapak polisi itu," kata dia. "Kalau anak saya salah, mohon dimaafkan Bapak Presiden Jokowi," ujarnya lagi dengan menyatukan dua telapak tangannya seraya memohon. (Baca: Kasus Penghinaan, Jokowi Sudah Diperiksa Polri)

    Kuasa hukum MA, Irfan Fahmi, mengatakan MA terjebak panasnya situasi politik saat pemilihan presiden Juli lalu. Saat itu ia memang memuat beberapa gambar yang didapatnya dari Internet tentang rupa dan kata-kata bermuatan SARA terhadap Jokowi. "Dia hanya ikut-ikutan saja, terjebak situasi politik saat itu," ujar Irfan saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Oktober 2014. (Baca: Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan)

    Menurut Irfan, MA melakukan hal itu karena tak paham bahwa perbuatannya berujung penahanan. Apalagi, sehari-hari, MA hanya bekerja sebagai tukang sate di kios sate Margani di sekitar rumahnya. "Konten-konten yang diunggahnya ke Facebook juga sudah dihapus karena takut," katanya. (Baca: Pengacara Penghina Jokowi Pertanyakan Penangkapan)

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:
    Pelantikan Jokowi | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan
    Paripurna DPR Ricuh, Meja Rapat Digulingkan
    Jas yang Pantas Agar Jokowi Tampil Lebih Wibawa
    Setop Selfie demi Kesehatan Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.