Puan Menteri, Agung Laksono: Kantor Lebih Feminin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku terkejut dengan perubahan suasana di tempat kerjanya. Menurut politikus Partai Golongan Karya itu, suasana kantor kini terlihat lebih feminim.

    "Rupanya sudah ditempatkan menteri perempuan," kata Agung dalam acara serah-terima jabatan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gambir, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2014. (Baca: Jelang Sertijab, Suasana Kantor Puan Maharani Sepi)

    Senin lalu, Presiden Joko Widodo melantik Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Putri mantan presiden Megawati Soekarnoputri itu menggantikan posisi yang ditinggalkan Agung Laksono.

    Menurut Agung, penunjukan Puan merupakan sebuah transisi yang baik. Apalagi Puan menjadi perempuan pertama yang menjabat menteri koordinator. "Ini merupakan simbol positif, demikian seterusnya," ujar Agung. (Baca: Pelantikan Menteri, Sayang Rambut Puan Tergerai)

    Agung pun mengingatkan Puan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. "Terutama dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran," tutur bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu.


    SINGGIH SOARES

    Berita lain:
    Tujuh Pertanyaan Ibas kepada Jokowi
    ICW Ajak Waspadai Menteri Asal Partai
    Ini Dia Menteri Luar Negeri Wanita Pertama RI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.