Ini Dia Menteri Luar Negeri Wanita Pertama RI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Terpilihnya Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri mencatatkan sejarah. Dia merupakan Menteri Luar Negeri wanita pertama sejak Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Menurut Presiden Joko Widodo, selain sebagai pejabat karir dengan jabatan terakhir duta besar RI untuk Belanda, Retno disebut sebagai pekerja keras, tegas, dan visioner. “Beliau menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama dalam sejarah kita,” kata Jokowi.

    Presiden Joko Widodo memang memberikan komentar khusus kepada para menteri Kabinet Kerja saat dikenalkan kepada publik, Ahad sore, 26 Oktober 2014, di Istana Negara. Komentar khas Jokowi itu merupakan penjelasan singkat tentang latar belakang masing-masing menteri. (Baca: Daftar Lengkap Menteri Kabinet Kerja Jokowi).

    Kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Jokowi menyebutnya sebagai pekerja yang cepat. “Pekerja yang super cepat. Lincah sekali,” kata Jokowi.  

    Sedangkan Profesor Yohana Susana Yembise dari Papua yang menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak dikenalkan sebagai guru besar perempuan pertama dari tanah Papua.

    Sore tadi, sebanyak 34 menteri baru Kabinet Kerja diumumkan Presiden Jokowi, termasuk satu kementerian baru, yakni Kementerian Kemaritiman, yang merupakan ikon kampanye Jokowi untuk mengembangkan potensi kelautan di Indonesia. Salah satunya dengan program tol laut. (Baca: ICW Ajak Waspadai Menteri Asal Partai).

    FEBRIANA FIRDAUS

    Terpopuler
    Nama Menteri Jokowi-Kalla Sudah Final
    Habibie Dijenguk 'Istrinya' 
    Taufik Gerindra: Ahok Mundur Saja dari Sekarang 
    Komnas HAM: Jokowi Dikelilingi Terduga Pelanggar HAM  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.