Selasa, 24 September 2019

Calon Menteri Dilabel Merah, Jokowi Tepok Jidat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karena sudah 25 tahun tak menyerut kayu, Jokowi meminta petunjuk kepada salah satu tukang bagaimana cara menyerut kayu yang benar. Tempo/Ratih Purnama

    Karena sudah 25 tahun tak menyerut kayu, Jokowi meminta petunjuk kepada salah satu tukang bagaimana cara menyerut kayu yang benar. Tempo/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemunculan Presiden Joko Widodo di televisi pada Rabu, 22 Oktober 2014, dengan raut tegang mengundang banyak tanya. Orang yang dekat dengan lingkaran Jokowi menyebutkan bahwa Presiden sedang pusing tujuh keliling mengurusi nama-nama menteri dalam kabinet. (Baca: Rilis Menteri Batal, Mega Gelar Rapat Rahasia)

    Menurut orang dekat Jokowi itu, Presiden Jokowi sampai harus menepuk keningnya setelah menerima daftar menteri yang memiliki label merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (Baca: 3 Alasan Jokowi Batal Umumkan Kabinet)

    "Dia menepuk keningnya sendiri sambil menyampaikan bahwa calon menteri yang diberi level hijau oleh KPK hanya sedikit jumlahnya," katanya kepada Tempo di Jakarta, Rabu siang, 22 Oktober 2014. (Baca: 6 Nama Kementerian Baru Usulan Jokowi)

    Ahad, 20 September 2014, KPK serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyerahkan analisis mereka terhadap jejak rekam 43 calon menteri yang disodorkan Jokowi. Dari jumlah itu, ada beberapa calon yang diberi label kuning dan merah. (Baca: Ini Bocoran Struktur Kabinet Jokowi

    Ketua KPK Abraham Samad mengatakan catatan berwarna merah dan kuning yang diberikan KPK kepada calon menteri Jokowi menjadi peringatan bahwa nama itu tidak boleh menjadi pembantu Presiden. "Label merah dan kuning tidak boleh jadi menteri," katanya di KPK. (Baca juga: KPK: Label Merah dan Kuning Dilarang Jadi Menteri)

    Jokowi berjanji akan mengganti calon menteri yang mendapat label merah. Berdasarkan laporan KPK dan PPATK, ada delapan nama yang diberi catatan merah. "Masak, tidak diganti. Nanti yang mengisi siapa?" kata Jokowi di Istana Negara, Rabu, 22 Oktober 2014. (Simak pula: Rahasia Dokumen di Tangan Jusuf Kalla)

    Adapun pada Rabu, Jokowi membatalkan rencana mengumumkan nama-nama menterinya. Semula, pengumuman nama menteri yang akan bekerja dalam lima tahun mendatang dibacakan di Dermaga 303 Terminal III Pintu 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, pukul 19.00 WIB. (Baca: Jokowi Batal Umumkan Kabinet Malam Ini)

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita Terpopuler
    KPK: Banyak Calon Menteri Jokowi Bermasalah
    PDIP: tanpa Restu Mega, Jangan Mimpi Jadi Menteri
    Jokowi Batal Umumkan Kabinet Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.