Setya Novanto Terima Susunan Kabinet Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Setya Novanto. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Setya Novanto. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengatakan telah menerima surat pemberitahuan dari Presiden Joko Widodo terkait dengan susunan dan nomenklatur kabinet. "Saya baru saja menerima surat dari Presiden tertanggal 21 Oktober," kata Setya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 22 Oktober 2014. 

    Menurut Setya, surat dari Jokowi itu berisi susunan dan nama-nama menteri yang akan menjalankan pemerintahan selama lima tahun mendatang. Namun Jokowi tidak menyertakan nama pejabat menteri yang akan mengisi setiap kementerian. (Baca: Pelindo Akui Siapkan Lokasi Pengumuman Kabinet.)

    Berdasarkan data yang masuk, Setya mengatakan, jumlah kabinet yang disiapkan Jokowi sudah sesuai dengan Pasal 17 ayat 4 Undang-Undang Dasar. Jumlahnya tak lebih dari 34 kementerian. Namun, menurut Setya, Jokowi melakukan sejumlah perubahan dalam nomenklatur kabinet. "Misalnya pemisahan pendidikan dasar dengan pendidikan tinggi," ujar Setya. 

    Setya mengatakan pimpinan DPR akan segera merespons surat yang diberikan Jokowi. Dia berharap pimpinan DPR bisa memberi jawaban dalam waktu dekat agar Jokowi bisa segera mengumumkan kabinet baru. (Baca: Dicalonkan Jadi Menteri Perempuan, Khofifah Kalem.)

    Saat ini Jokowi tengah mempersiapkan calon menteri yang akan memimpin 33 kementerian dengan 4 kementerian koordinator. Saat memilih kandidat, Jokowi meminta pertimbangan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita Terpopuler
    Fahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato
    'Jokowi Enggak Pantas Jadi Presiden' 
    Ketemu Kalla, Prabowo Minta Maaf Soal Pilpres

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.