Belasan Anggota Polri Tewas Saat Kawal Pemilu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Sutarman. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolri Jendral Sutarman. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Sutarman mengatakan, sepanjang Maret-Oktober 2014, terdapat 16 anggota kepolisian yang tewas saat mengawal proses pemilihan umum legislatif serta pemilihan umum presiden dan wakil presiden. "Kami berikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada anggota polisi yang gugur dalam tugas," ujar Kapolri dalam apel Operasi Mantap Brata. (Baca: Dua Jenderal Jadi Menteri, Kapolri: Terima Kasih)

    Adapun 16 anggota yang tewas sebagian besar disebabkan kecelakaan saat mengawal logistik pemilu di pedalaman. Semua polisi yang tewas itu mendapat kenaikan pangkat anumerta satu tingkat.

    Sutarman kemudian berterima kasih kepada masyarakat karena pemilu berjalan lancar. Dia mengatakan bahwa kelancaran ini merupakan sumbangan bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. "Dunia patut belajar pada demokrasi di Indonesia," kata Sutarman.

    Apel digelar sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung selama 30 menit. Dalam apel tersebut, hadir perwakilan dari 28 ribu anggota Polri yang ditugaskan mengawal Operasi Mantap Brata.

    ROBBY IRFANY

    Baca juga:
    ManCity Ditahan Imbang CSKA Moscow, Kompany Kecewa
    Jurnalis AS Ini Dinyatakan Bebas dari Ebola
    Indonesia Terpilih Lagi Jadi Anggota Dewan HAM PBB
    Hari Ini, Ahok Gelar Acara Pelepasan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.