Menkes: Meski Dieelisting WHO Vaksin Biofarma Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan keluarnya Biofarma dari daftar produsen vaksin rujukan WHO (delisting) tidak mempengaruhi keamanan vaksin untuk digunakan pada imunisasi massal 31 Mei dan 28 Juni mendatang. "Vaksin biofarma aman digunakan. Tidak ada pengaruh dengan delisting dari WHO," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (27/5), tentang Sosialisasi Imunisasi Polio. Menurut Siti, delisting disebabkan karena masalah manajemen Biofarma. Juni nanti, kata dia, Biofarma sudah diundang kembali untuk mengikuti tender. "Agustus, Insya Allah sudah bisa masuk lagi (kedalam daftar produsen rujukan WH0," katanya. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Sampoerno, menegaskan delisting Biofarma dari kualifikasi WHO tidak ada kaitannya dengan mutu. Saat penilaian (assesment) Biofarma oleh WHO Desember tahun lalu, kata dia, Badan POM diikutsertakan. Saat penilaian, WHO menggunakan 7 cakupan assesment. Namun, WHO ternyata mempersyaratkan dokumen kendali mutu sebagai syarat baru. Untuk itu, Badan POM, kata Sampoerno, membuat langkah-langkah baru. Pertama, pada setiap batch (aspek) badan POM akan memeriksa secara menyeluruh. Kedua, badan POM akan melacak kembali (retracking) jika terjadi kesalahan produksi, dan ketiga, "Meningkatkan random sampling (pengambilan sampel secara acak)," ujarnya. Ami Afriatni

     

     

    Lihat Juga