Salami Megawati, Prabowo Dapat Tepuk Tangan Meriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto (kiri) dan Megawati Soekarnoputri. TEMPO/ Subekti

    Prabowo Subianto (kiri) dan Megawati Soekarnoputri. TEMPO/ Subekti

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat sambutan meriah dari anggota MPR tatkala memasuki Ruang Sidang Paripurna komplek parlemen Senayan. Saingan Joko Widodo dalam pemilihan presiden itu mendapat tepuk tangan lebih meriah ketika menyalami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

    Didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, bekas komandan Kopassus ini datang bersama dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan beberapa politikus lainnya. (Baca:Prabowo Hadiri Pelantikan Jokowi Naik Helikopter?)

    Prabowo juga menyalami mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Hamzah Haz serta istri Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah. Setelah itu, Prabowo juga menjabat tangan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum PKP Indonesia Sutiyoso, dan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Baca: Koalisi Prabowo Kumpul di Ruang Setya Novanto)

    Rencananya pada hari ini, Senin, 20 Oktober akan diselenggarakan pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden. Acara itu bakal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Wakil Presiden Boediono beserta istri. Selain itu, datang juga mantan Wakil Presiden Tri Soetrisno dan Hamzah Haz, serta beberapa perwakilan dari negara sahabat. (Baca:PDIP Puji Pertemuan Jokowi-Prabowo)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Baca juga:
    Dilantik Jadi Presiden, Jokowi Pakai Sepatu Lama
    Berangkat ke Senayan, JK Ucapkan Bismillah...
    Parkir di Depan MPR/DPR, Dua Motor Diderek 
    Jokowi Presiden, Harus Siap Berdandan?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.