Setelah Jokowi-Prabowo, Giliran Megawati-SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Terpilih Jokowi (kanan) bersalaman dengan Prabowo Subianto usai pertemuan di Jakarta Selatan, 17 Oktober 2014. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Presiden Terpilih Jokowi (kanan) bersalaman dengan Prabowo Subianto usai pertemuan di Jakarta Selatan, 17 Oktober 2014. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Surakarta - Pertemuan dua kandidat presiden dalam Pemilu 2014, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dua hari lalu dianggap sebagai hal yang positif bagi publik Indonesia.

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan menang dan kalah merupakan hal yang lumrah dalam sebuah kompetisi.

    "Pertemuan Jokowi dan Prabowo jadi awal persatuan bangsa," kata Rudyatmo kepada wartawan, Ahad, 19 Oktober 2014. (Baca: Bertemu Prabowo, Jokowi Dianggap Punya Bank Emosi)

    Karena itu, Rudyatmo berharap dua tokoh bangsa lainnya, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, dapat meniru langkah Jokowi-Prabowo. Rudyatmo mendorong Megawati dan SBY bertemu dalam suasana yang cair dan saling menyapa.

    "Sebaiknya tidak ada lagi dendam masa lalu. Hal yang tidak baik di masa lalu jadi lebur dan sirna." (Baca: Hanya Sebentar Ketemu Prabowo, Ini Alasan Jokowi)

    Rudyatmo berharap momentum pelantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia 2014-2019 menjadi ajang bagi para tokoh bangsa untuk melupakan perselisihan pada masa lalu. Mereka, dia melanjutkan, harus bersama-sama berkomitmen membangun bangsa dengan modal semangat revolusi mental.

    Megawati dan Yudhoyono sebaiknya memberikan contoh bahwa persatuan bangsa harus terus dibangun. "Meski sebelumnya ada perbedaan pendapat."

    Jika para tokoh bangsa dapat bersatu membangun bangsa dan melupakan perbedaan, kata dia, Indonesia akan menjadi bangsa besar yang disegani bangsa lain.

     UKKY PRIMARTANTYO


    Terpopuler
    Tanpa Ahok, Veronica Kunjungi Jokowi, Ada Apa?
    Bertemu Prabowo, Jokowi Dianggap Punya Bank Emosi
    Istri Ahok Ungkap Alasan Tak Tinggal di Rumah Dinas Gubernur
    Band Arkarna Tiba di Jakarta untuk Selamati Jokowi
    Veronica: Ahok Bukan Punya Saya Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.