Guguran Material Gunung Sinabung Baru 30 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menyaksikan gumpalan awan panas yang dimuntahkan oleh Gunung Sinabung yang terlihat dari desa Tiga Pancur, Brastagi, Karo, Sumatera Utara, 13 Oktober 2014. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Sejumlah warga menyaksikan gumpalan awan panas yang dimuntahkan oleh Gunung Sinabung yang terlihat dari desa Tiga Pancur, Brastagi, Karo, Sumatera Utara, 13 Oktober 2014. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhamad Hendrasto, mengatakan guguran material dari kubah lava Gunung Sinabung baru runtuh 30 persen. "Dari 15 juta meter kubik volume kubah lava Gunung Sinabung, diperkirakan baru 5 juta sudah diturunkan, tapi suplai bertambah terus," katanya di ruang kerjanya di Bandung, Jumat, 17 Oktober 2014.

    Menurut dia, pertumbuhan kubah lava itu saat ini kembali meningkat, kendati belum sebesar yang terjadi pada Januari-Februari 2014. Pertumbuhan kubah lava setelah status turun menjadi siaga sejak April 2014 sempat melambat. Pertumbuhan kubah lava kembali meningkat sejak September 2014. "Puncaknya, terjadi awan panas pada 9 Oktober 2014 lalu, terjadi 25 kali dalam sehari, dan paling jauh mencapai 4,75 kilometer ke arah selatan," katanya. (Baca: Erupsi Sinabung, Polisi Jaga Beberapa Titik Rawan)

    Pada September 2014, alat pemantau aktivitas kegempaan Gunugn Sinabung memantau terjadinya peningkatan jumlah gempa low frequency dan gempa hybrid. Keduanya menandakan terjadinya suplai magma. "Sehingga terjadi penumpukan magma," ujarnya.

    Saat ini rata-rata suplai magma yang pembentuk kubah lava itu diperkirakan 5 meter kubik per detiknya. Awan panas yang terjadi beberapa waktu terakhir ini terjadi bukan akibat letusan, tapi karena runtuhnya kubah lava tersebut. "Dominan awan panas terjadi ke arah selatan dan tenggara," tutur Hendrasto.

    Hingga kini, kata dia, masih terus terjadi aktivitas guguran kubah lava akibat dorongan magma yang keluar dari perut Gunung Sinabung. Hal itu mengindikasikan potensi terjadinya letusan besar malah kecil. Potensi letusan besar bisa terjadi jika suplai magma berkumpul di kawah gunung itu dan tidak gugur. "Letusan masih bisa terjadi, tapi kemungkinan lontaran materialnya tidak akan lebih dari 3 kilometer," ujarnya.

    Hendrasto mengatakan, sampai 15 Oktober 2014, mulai terjadi penurunan jumlah peristiwa awan panas yang asalnya 10 per hari menjadi maksimal enam kali dalam sehari. "Gempa low frequency masih stabil, suplay masih terjadi," tuturnya.

    Pusat Vulkanologi masih mempertahankan status Gunung Sinabung di level III atau siaga. Lembaga itu melarang aktivitas warga hingga radius 5 kilometer, khusus di arah selatan dan tenggara kawah aktif gunung itu yang selama ini menjadi daerah lintasan awan panas. Sedangkan arah lainnya, Pusat Vulkanologi meminta warga tidak mendekat dalam radius 3 kilometer untuk menghindari potensi letusan yang bisa melontarkan material pijar dalam radius itu.

    AHMAD FIKRI


    Terpopuler:
    Pelantikan Jokowi, 30 Truk Relawan Subang Datang 
    Prabowo Beri Hormat, Jokowi Membungkuk 
    Untuk Soal Ini, Jokowi Tolak Permintaan Prabowo 
    Ahok: Rem Saya Sudah Tak Ada 
    Cerita Marty Natalegawa Dihukum Menyemir Sepatu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.