Delapan Nelayan Dideportasi Dari Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kupang:Pemerintah Australia kembali mendeportasi delapan nelayan Indonesia melalui Bandar Udara Internasional El Tari Kupang. Para nelayan asal Tanjung Balai Karimun, Provinsi Riau itu ditangkap angkatan laut Australia pada 29 November 2004 karena dituduh memasuki perairan negara itu secara ilegal. Hingga kini tercatat sudah 13 nelayan yang dideportasi. Kapolresta Kupang Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Nugroho yang dihubungi di Kupang, Kamis (26/5) mengatakan, para nelayan tiba di Kupang, Selasa dan akan segera dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Semua biaya pemulangan menjadi tanggungan pemerintah NTT, kata Nugroho. Para nelayan yang dideportasi masing-masing Azis, Aris Munandar, Ajis, Amrisal, Bambang, Agus, Iwan dan Amran. Sedangkan lima nelayan yang dideportasi terlebih dahulu yakni Achmad Pello asal Papela, Rote Ndao dan empat nelayan asal Bajo, Sulawesi Tenggara.Pemerintah Australia berencana untuk membangun sebuah tahanan nelayan di Pulau Horn, Selat Torres, di dekat Kota Darwin, Australia Utara. Tahanan ini akan dimanfaatkan untuk mengisolasi nelayan Indonesia yang ditangkap di perairan Australia. Selama 2004, sedikitnya 1.690 nelayan Indonesia yang ditangkap, 27 diantaranya dituduh melakukan pelanggaran wilayah negara dan 109 lainnya dalam proses hukum. Dalam kurun waktu April 2005, operasi Clearwater yang digelar Angkatan Laut Australia berhasil menangkap 27 perahu serta 240 nelayan. Jems de Fortuna

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.