Romy Resmi Jadi Ketua Umum PPP Muktamar Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Suryadharma Ali bakal menjelaskan tindakannya yang dianggap melanggar beleid partai. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menurut Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Suryadharma Ali bakal menjelaskan tindakannya yang dianggap melanggar beleid partai. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Surabaya - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy resmi menjabat Ketua Umum PPP periode 2014-2019 versi muktamar Surabaya. Dia dipilih secara aklamasi oleh kader PPP.

    "Maka dengan kesepakatan kami semua menjadikan Insinyur Haji Romahurmuziy sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan periode 2014-2019," kata Ketua Sidang Paripurna Pemilihan Suharso Monoarfa di Hotel Empire Palace Surabaya, Kamis, 16 Oktober 2014.

    Setelah ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP, Romahurmuziy dalam pidato pertamanya setelah terpilih mengatakan bahwa PPP ke depan harus menjadi partai yang berkuasa di Indonesia. (Baca: Romahurmuziy Calon Tunggal Ketua Umum PPP)

    "PPP baru telah dilahirkan tidak ada PPP yang kedua dan yang ketiga," kata Romahurmuziy dalam pidatonya.

    Romahurmuziy menjadi calon tunggal ketua umum dalam muktamar Surabaya. Muktamar tersebut diselenggarakan oleh kubu Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi. Sedangkan kubu Ketua Umum Suryadharma Ali mengumumkan muktamar akan dilaksanakan pada 23 Oktober di Jakarta.

    Mahkamah partai menyatakan kedua muktamar tersebut tidak sah. Sebagai gantinya, akan diselenggarakan muktamar pada 19 Oktober besok. (Baca: Muktamar PPP, Kubu Romy Klaim Didukung Mayoritas)

    EDWIN FAJERIAL

    Baca juga:
    Lukman Hakim Jadi Bintang di Muktamar PPP
    Menantu Hendropriyono Jadi Danpaspamres Jokowi
    Dikunjungi Mbah Moen, Jokowi: Sinyal Koalisi Kuat 
    Perpu Pilkada Bisa Hambat Ahok Jadi Gubernur?
    Hamdan Zoelva: MK di Titik Terendah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.