Kirab Pelantikan, Jokowi Naik Kereta Kencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia terpilih, Jokowi memberikan salam tiga jari kepada pendukungnya pada saat syukuran di Taman Proklamasi, Jakarta, 23 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden Indonesia terpilih, Jokowi memberikan salam tiga jari kepada pendukungnya pada saat syukuran di Taman Proklamasi, Jakarta, 23 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo akan diarak di atas kereta kencana dalam kirab budaya seusai pelantikan pada 20 Oktober mendatang. Ia rencananya naik kereta kencana dari Bundaran Hotel Indonesia atau Monumen Nasional ke Istana Negara.

    "Kata siapa saya naik kuda? Kalau naik kereta kencana, itu benar," kata Jokowi di Balai Kota, Rabu, 15 Oktober 2014. Jokowi belum bisa memastikan akan mampir ke mana saja seusai pelantikan di Gedung MPR/DPR. "Saya belum tahu acaranya seperti apa hari Senin. Ada relawan yang merancang begini, lalu ada yang lain merancang begini," katanya.(Baca: Pelantikan Jokowi Diamankan 24.800 Polisi)

    Saat pelantikan, Jokowi akan mengenakan jas yang ia pesan sendiri dari penjahit langganannya. Dia mengatakan jas tersebut biasa, bukan jas khusus. "Kalau kostum biasa saja. Saya tidak ada jas khusus. Jahit sendiri di tempat jahit biasa," katanya.

    Kirab budaya yang digelar pada Senin mendatang rencananya dimulai dari Semanggi hingga Monas. Kirab ini dimeriahkan beraneka macam pagelaran budaya, seperti tari tradisional, musik tradisional, dan konser musik beberapa artis Ibu Kota. Diperkirakan ratusan ribu orang akan menghadiri kirab budaya untuk memeriahkan pelantikan Jokowi-Kalla itu.(Baca: Kata Hatta Rajasa Soal Hadiri Pelantikan Jokowi)

    ANANDA TERESIA

    Berita Lain
    Ngopi Bareng Ical, Ini Isi Pebincangan Jokowi  
    Tahir Beri Megawati Penghargaan dan Uang Rp 1 M
    Pemenang Cover Maroon 5 Penggembala Kambing  
    Jokowi Ajukan Satu Pertanyaan ke Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.