Tersandera Kabut Asap, Pemerintah Jambi Pasrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, kabut asap tersebutt kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, 18 September 2014. Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, kabut asap tersebutt kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi menyangkal hanya berpangku tangan menghadapi masalah kabut asap di wilayahnya. Masalah semakin pekat karena kabut asap itu sangat merugikan warga Jamb sejak sebulan terakhir.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Zubaidi mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah berkirim surat ke pemerintah pusat untuk meminta dilakukannya hujan buatan dari langit Jambi. "Tapi belum mendapat jawaban. Bisa jadi pemerintah pusat lebih fokus menangani kebakaran hutan dan lahan di daerah Sumatera Selatan dan Riau," ujarnya, Senin, 13 Oktober 2014. (Baca: Kabut Asap Masih Banyak dari Sumatera Selatan)

    Zubaidi berdalih Pemerintah Provinsi Jambi hanya bisa berupaya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, berkoordinasi dengan setiap bupat agar selalu memantau serta mengimbau semua warganya supaya jangan membuka lahan dengan cara membakar. (Baca: Polda Riau Tangkap Dua Lagi Tersangka Pembakar Hutan)

    "Kami juga telah membagikan masker secara gratis kepada warga dan meliburkan murid taman kanak-kanak hingga ke tingkat sekolah menengah atas, karena kondisi udara saat ini sudah sangat tidak sehat," ujarnya.

    Indeks standar pencemaran udara di Kota Jambi dan sekitarnya sudah mencapai angka 154. Itu masuk kategori tidak sehat dan mendekati berbahaya.

    Sementara itu, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan atas berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan. Pada bulan lalu, ada 6.000 penderita ISPA per minggu, tapi sekarang meningkat menjadi 7.000 orang per minggu.

    Akibat kabut asap pula, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi, lumpuh total selama empat hari terakhir. Tidak ada aktivitas penerbangan di sana. (Baca: Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Jambi)

    "Warga Jambi yang ingin berpergian ke Jakarta atau daerah lainnya dengan menggunakan pesawat terpaksa melalui Bandara Sultan Badaruddin, Palembang," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha, Dorma Manalu.

    SYAIPUL BAKHORI

    Terpopuler
    Di Yogya, Zuckerberg Coba Facebook di Pos Ronda 
    Pengganti Ahok Mantan Koruptor, Ini Kata Gerindra
    Video Penganiayaan Murid SD di Bukittinggi Beredar
    Di Yogya, Bos Facebook Selfie Bareng Ibu-ibu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H