Kabinet Jokowi, Nama Sri Mulyani dan Jonan Mencuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pers tentang kabinetnya di Jakarta, 15 September 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pers tentang kabinetnya di Jakarta, 15 September 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Managing Director (Direktur Pelaksana) Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mencuat dalam seleksi calon menteri ekonomi kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Baca: Imbangi DPR, LSM: Jokowi Pilih Menteri Prorakyat)

    Menurut orang yang dekat dengan lingkaran dalam Jokowi, Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2010, Sri Mulyani, kemungkinan besar akan diplot menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Sedangkan Bambang, yang menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2013, akan menjadi Menteri Keuangan.

    Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo juga disebut-sebut sebagai calon kuat Menteri Keuangan. Agus pernah menjadi Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2010-2013 menggantikan Sri Mulyani. (Baca: Boediono Sarankan Jokowi Cari Menkeu Konservatif)

    Jonan, yang kariernya kian moncer lantaran dianggap berhasil membenahi PT KAI, bakal ditaruh di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian Badan Usaha Milik Negara. (Baca juga: Dari Harvard, Karen Mau Bantu Jokowi)

    Ketua Tim Transisi Rini Mariani Soemarno juga hampir dipastikan masuk jajaran kabinet pemerintahan Jokowi-Kalla. Orang yang dekat dengan lingkaran Jokowi itu menambahkan, semula Rini bakal ditaruh menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. "Dalam perkembangan terakhir, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong 2001-2004 (pemerintahan Megawati Soekarnoputri) itu akan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat," ujar orang itu.

    Selain itu, Jokowi ada kemungkinan masih akan memakai Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam jajaran menteri ekonomi kabinetnya. Nama Kuntoro Mangkusubroto, Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Pengendalian Pembangunan), serta Sofyan Djalil, Menteri BUMN periode 2007-2009, juga santer disebut-sebut bakal masuk kabinet Jokowi. (Baca: Jokowi Masih Rahasiakan Calon Menteri Keuangan)

    Jokowi tak membantah atau membenarkan saat Tempo menyebut nama-nama ini sebagai calon kuat menteri-menteri ekonominya. “Nanti saja,” katanya kepada Tempo, Kamis pekan lalu. Ia enggan mengomentari kemungkinan Sri Mulyani diplot menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Jokowi mengaku belum menempatkan nama-nama calon pada kementerian tertentu. “Belum final semuanya, nanti saja.”

    Sejumlah sumber lain menyebutkan Jokowi sudah mengontak langsung Sri Mulyani dan menawarinya masuk kabinet. Sedangkan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengaku sudah bertemu dengan Sri Mulyani dua kali, salah satunya di Washington, DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Agustus lalu. (Baca: Jokowi: Tak Ada Jatah Menteri Koalisi Merah Putih)

    Menurut Kalla, ia melobi Sri Mulyani untuk menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. “Tapi kami belum memutuskan,” kata Kalla saat ditemui Tempo di rumahnya di Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu pekan lalu.

    Sri Mulyani sendiri, saat dimintai konfirmasi Tempo lewat pesan di WhatsApp, hanya membalas, “Tidak mau mengomentari soal ini.” Begitu pula Bambang Brodjonegoro, yang tak mau menanggapi saat dicegat di kantor Kementerian Keuangan. (Baca: Kader PDIP: Capres, Jokowi Masih Butuh Jam Terbang)

    Sebelumnya, Jokowi mengumumkan jumlah kementerian dalam kabinetnya ada 34, yang terdiri atas 16 dari kalangan profesional partai dan 18 dari profesional murni.

    GRACE GANDHI | ELIK SUSANTO | ANANDA TERESIA | TRI SUHARMAN | TRI ARTINING PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.