Kata Prabowo Soal Wawancara Hashim Djojohadikusumo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto di acara pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto di acara pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto amat menyayangkan pemberitaan media yang memelintir pernyataan Hashim Djojohadikusumo. Menurut Setya, tidak ada pernyataan koalisi Prabowo yang ingin menjegal pemerintahan presiden terpilih, Joko Widodo.

    "Dia (Prabowo) bilang. Itulah, kita sudah dipelintir-pelintir," kata Setya Novanto, yang juga Bendahara Umum Partai Golkar, saat menggelar konferensi pers di Ruang Surabaya, Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam, 10 Oktober 2014. (Baca: Koalisi Prabowo Siap Ajukan Veto untuk 100 Posisi)

    Wawancara Hashim dengan Wall Street Journal yang dirilis pada Selasa, 7 Oktober 2014 itu sempat menggegerkan panggung politik dalam negeri. Dalam wawancara itu, Hashim menyampaikan koalisi Prabowo akan menjadi oposisi aktif, termasuk menggunakan kekuatan veto di DPR untuk mengatur seratus posisi di lembaga tinggi negara. (Baca: Soal Veto 100 Posisi, Hashim Dianggap Tak Paham UU)

    Melalui wawancara tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu berniat menggagalkan pemerintahan Jokowi. Belakangan Hashim mengklaim wawancaranya mengalami perubahan makna atau dipelintir saat dikutip oleh media nasional. "Jangan percaya yang bahasa Indonesia karena telah dimanipulasi," ujar Hashim. (Baca: Soal Veto 100 Posisi, Hashim Dianggap Tak Paham UU)

    Dari penelusuran Tempo, harian Wall Street Journal juga menerjemahkan hasil wawancara hasil mereka dengan Hashim dalam versi bahasa Indonesia. Dalam salah satu bagian laporan itu, WSJ mengutip Hashim yang menyebut Koalisi Merah Putih akan menguasai seluruh kursi kepemimpinan dan memiliki otoritas untuk menelusuri kegiatan Joko Widodo dan para pejabat pemerintah lainnya. (Baca:PAN Ogah Ikuti Hashim Jegal Jokowi)

    Koalisi itu juga akan mengajukan kekuatan veto atas seratus posisi yang berada dalam kewenangan presiden, di antaranya Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Panglima Tentara Nasional Indonesia, para anggota Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi, ujarnya. “Kami berpengaruh dalam menentukan siapa yang akan duduk dalam (posisi-posisi itu),” ujar Hashim. (Baca juga: Begini Saduran Wawancara Hashim Djojohadikusumo

    Jumat malam, Jokowi untuk pertama kalinya bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, dan Ketua DPD Irman Gusman. Mereka menyampaikan hasil diskusi mereka dalam konferensi pers di hotel tersebut setelah melakukan pertemuan tertutup selama hampir dua jam sejak pukul 19.15. (Baca: Adik Prabowo Sebut Hasil Wawancaranya Dipelintir)

    Dalam pertemuan itu, Setya mengaku sudah menyampaikan maksud dari wawancara Hashim di harian Wall Street Journal kepada Jokowi. "Saya luruskan ya, jadi tidak ada seperti itu. Saya sampaikan kepada Pak Presiden supaya ini tidak menjadi polemik lagi," ujar Setya. (Baca: Prabowo: Saya Jaga Petinggi Koalisi di Penjara)

    NURIMAN JAYABUANA

    Berita terpopuler lainnya:
    Dijegal DPR, Jokowi Tak Segan Keluarkan Hak Veto
    Ormas Anarkistis, Jokowi: Gebuk Saja
    Krisis, Gudang Garam PHK 2.000 Karyawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.