Nazaruddin: Anas Akan Bantu Ungkap Peran Ibas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengatakan akan kembali mengungkapkan peran putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, yang menerima aliran dana dari berbagai proyek. "Ini yang pasti banyak proyek, banyak penerimaan. Nanti Mas Anas mau juga membantu menjelaskan," kata Nazaruddin di gedung KPK, Jumat, 10 Oktober 2014.

    Nazaruddin menjelaskan dirinya bersama Anas Urbaningrum akan membantu KPK mengumpulkan semua bukti penerimaan duit yang pernah disetor kepada Ibas. Padahal sebelumnya Nazar dan Anas tak pernah akur lantaran Anas merasa difitnah Nazar dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

    Menurut Nazaruddin, selama berada di Demokrat, Anas selaku ketua umum dan Ibas selaku sekretaris jenderal menerima fee dari berbagai proyek yang nilainya jutaan dolar. “Dikumpulkan, duitnya jadi bancakan," ujar Nazar, yang telah menjadi terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet tersebut.

    Nazaruddin diperiksa KPK selama tiga hari berturut-turut. Selama dua hari yang lalu, dia diperiksa dalam kaitan dengan proyek Wisma Atlet. Nazar mengaku kemarin sudah menyerahkan bukti aliran duit US$ 450 ribu untuk Ibas kepada penyidik KPK.

    Melalui penasihat hukumnya, Palmer Situmorang, Ibas membantah semua pernyataan Nazar. Palmer bahkan mengatakan akan melaporkan Nazar ke polisi.

    LINDA TRIANITA

    Berita Terpopuler:
    Novel FPI Menyerahkan Diri ke Polda Metro Jaya
    Seusai Geger MPR, Mega-SBY Kunci Stabilitas Politik|
    FPI: Ahok Tak Akan Bisa Bubarkan Kami
    Nazaruddin: Ibas Terima Duit Korupsi Wisma Atlet
    Bantah Jokowi, KSAD Pamer Leopard Tak Rusak Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.