Bandara Juanda Ditutup, 60 Penerbangan Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Terminal 2 (T2) di lokasi lama Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    Pembangunan Terminal 2 (T2) di lokasi lama Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Bandara Internasional Juanda Surabaya ditutup sementara karena digunakan sebagai lokasi puncak perayaan hari ulang tahun ke-69 Tentara Nasional Indonesia hari ini. Penutupan bandara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diakhiri pada 13.00 WIB.

    Penutupan Bandara Juanda mengakibatkan sekitar 60 penerbangan mengalami penundaan keberangkatan. Airport Duty Manager Bandara Juanda Mardi mengatakan, pada hari biasa, dari pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB, ada sekitar 66 penerbangan baik pesawat yang berangkat maupun pesawat yang datang. "Kalau nanti ada waktu, enam penerbangan kami lakukan di sela-sela atraksi, sehingga total keseluruhan penerbangan yang delay sekitar 60 penerbangan," katanya.(Baca:Goyang Pinguin Warnai HUT TNI di Bangka Belitung)

    Sesuai dengan jadwal, pada pukul 11.41-12.30 WIB, bandara itu digunakan untuk penerbangan sipil. Namun hanya enam penerbangan yang diizinkan. Pada pukul 12.30-13.30 WIB, bandara ditutup lagi karena kedatangan pesawat militer.

    Menurut Mardi, tak banyak penumpang yang mengeluh karena hal tersebut sudah diinformasikan sejak jauh hari. Banyak yang sadar bahwa kegiatan militer ini dilakukan demi kepentingan negara. "Kami bangga Bandara Juanda digunakan TNI," katanya.(Baca:SBY Klaim Telah Memodernisasi Alutsista TNI )

    Namun Arifin, calon penumpang pesawat tujuan Makassar, mengaku belum mendapatkan informasi bahwa Bandara Juanda akan ditutup sementara. Karena itulah dia datang ke bandara sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket penerbangan. "Saya sudah datang sejak pukul 05.00 WIB, tapi kabarnya mau diterbangkan siang menjelang sore nanti," katanya.

    Arifin menyatakan kecewa lantaran pihak bandara dan maskapai tidak memberitahukan perubahan jadwal ini. Ia mengaku rugi karena tak bisa mengikuti kegiatan di Makassar. "Sudah terlambat saya datang ke acara di Makassar. Rugi saya."

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Baca juga:
    KPK Jerat Bupati Karawang dan Istri dengan TPPU
    Pintu M1 Bandara Tutup, Rute Pengalihan Ribet
    Kapal Tempur Malaysia Hilang di Laut Cina Selatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.