SBY Klaim Telah Memodernisasi Alutsista TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRI Sutanto-377 tembakkan rudal saat

    KRI Sutanto-377 tembakkan rudal saat "sailing pass" gladi bersih HUT TNI di Dermaga Ujung, Surabaya, 4 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COSurabaya - Dalam amanat yang dibacakan di hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ke-69, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan telah berhasil membangun alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern selama dua periode menjabat presiden.

    "Pembangunan modernisasi dengan baik. Pembangunan difokuskan pada jumlah dan modernitas alutsista di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Presiden SBY di Dermaga Ujung, Surabaya, Selasa, 7 Oktober 2014. (Baca berita sebelumnya:Enam Sukhoi Beri Salam Kehormatan ke Presiden SBY)

    Di wilayah darat, kata SBY, TNI berhasil menambah beberapa alutsista peralatan tempur utama, seperti tank Leopard, tank artileri, rudal anti-tank, helikopter serbu, helikopter angkut maupun helikopter serang jenis Apache.

    Di lautan, ujar SBY, Indonesia telah memiliki kapal perang jenis korvet, kapal perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, roket multi-laras taktis, dan lain-lain. Alat-alat tempur modern itu diharapkan mampu menjaga kedaulatan laut Nusantara.

    Adapun di udara, SBY mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil mendatangkan sejumlah pesawat tempur canggih Sukhoi, pesawat angkut CN 295, pesawat tempur Super Tocano, pesawat angkut Hercules, dan lain sebagainya. (Baca juga: Pesawat tanpa Awak Beraksi di HUT TNI)

    HUT TNI ke-69 kali ini melibatkan 18.580 prajurit dari tiga angkatan dan pengerahan alutsista secara besar-besaran, antara lain TNI AD sebanyak 192, TNI AL 195, dan TNI AU 139 pesawat. HUT TNI tahun ini juga sekaligus kali terakhir Presiden SBY menjadi inspektur upacara.

    EDWIN FAJERIAL

    Baca juga:
    Ada Udang di Balik Perpu SBY dan Koalisi Prabowo
    Terima PPP, Koalisi Jokowi Siapkan Kursi Wakil MPR
    Heboh Ketua MPR, Kubu Prabowo Ngotot Minta Voting
    Curhat SBY di Twitter, Babak Akhir SBY-Mega
    SBY dan Suara Prajurit TNI yang Bikin Ikan Gemetar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.