PDIP Ungkap Fakta Gagalnya Pertemuan SBY-Mega

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Wakil Presiden Boediono (kedua kanan) memberi salam kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) dan Ketua DPR Marzuki Alie (kiri) ketika memasuki ruang acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Wakil Presiden Boediono (kedua kanan) memberi salam kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) dan Ketua DPR Marzuki Alie (kiri) ketika memasuki ruang acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto mengungkap fakta batalnya pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin, 6 Oktober 2014. Menurut Hasto, Megawati sudah siap menerima SBY. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut tak kunjung datang ke lokasi pertemuan. "Pak Jusuf Kalla dan Pak Surya Paloh saksinya bila Bu Megawati sudah siap. Bu Rini Soemarno waktu itu juga siap dengan pakai kebaya," kata dia kepada Tempo, Selasa, 7 Oktober 2014. (Baca : Eva: Curhat SBY Hanya Cari Kambing Hitam)

    Hasto bercerita semula SBY memanggil presiden terpilih Joko Widodo untuk membicarakan perkembangan situasi politik terkini pada Selasa malam, 30 September 2014. Saat itu pula, dijajaki kemungkinan SBY berdialog dengan Megawati. Namun, seusai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Lubang Buaya, 1 Oktober lalu, SBY mengatakan pada Jokowi bahwa kemungkinan bertemu dengan Mega masih dirapatkan. "Ternyata ada manuver politik dari Partai Demokrat yang masuk dalam paket pimpinan DPR yang diajukan oleh Koalisi Merah Putih," kata Hasto. (Baca: Investor Tunggu Sikap Politik Megawati)

    Pekan lalu, SBY menjelaskan alasan batalnya pertemuan dirinya dengan Megawati lewat media sosial Twitter. SBY menyatakan bahwa pertemuan tak jadi dilaksanakan karena tak ada respon positif dari kubu Megawati. "Berkaitan dengan dinamika politik sebelum Pilpres 2014 lalu, saya juga menyampaikan pesan kesiapan saya untuk bertemu Ibu Mega. *SBY*," cuit SBY di Twitter. Lantas, SBY menimpali kicauannya itu dengan mengatakan, "Sayang, respons yang saya terima kurang positif. Pertemuan urung terlaksana. Publik dan media, saya kira juga tahu. *SBY*." (Baca: SBY Ungkap Gagalnya Pertemuan Dengan Mega)

    Menurut Hasto, komunikasi SBY lewat media sosial itu seolah menggambarkan Megawati yang tak bersedia bertemu. Namun, hal yang terjadi adalah sebaliknya. "Komunikasi politik SBY di media sosial itu makin menegaskan kesetiaan SBY pada politik pencitraan," ujar Hasto.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Terpopuler
    Lawan Kubu Prabowo, Mega-Jokowi Bisa Kalah 5-0
    Ada Udang di Balik Perpu SBY dan Koalisi Prabowo
    Dari Harvard, Karen Mau Bantu Jokowi
    Ahok Ingin Bubarkan FPI
    Mobil Ringsek, Hotman Bingung Tagih Ganti Rugi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.